Apakah Aman Jadi Turis Bola di Brasil?

20

  Diperkirakan ada sekitar 500-600 ribu gilabola yang datang ke Brasil saat Piala Dunia 2014. Namun tingkat kejahatan yang tinggi di negeri samba itu menyebabkan kekuatiran, akan ada banyak turis menjadi korban kriminalitas. Yang termasuk ringan misalnya pencopetan dan perampasan barang berharga. Yang berat kemungkinan pembunuhan, baik terencana atau tidak, yang biasanya menyertai aksi perampokan. Menurut UNODC […]

Piala Dunia  - Apakah Aman Jadi Turis Bola di Brasil?

 

Diperkirakan ada sekitar 500-600 ribu gilabola yang datang ke Brasil saat Piala Dunia 2014. Namun tingkat kejahatan yang tinggi di negeri samba itu menyebabkan kekuatiran, akan ada banyak turis menjadi korban kriminalitas. Yang termasuk ringan misalnya pencopetan dan perampasan barang berharga. Yang berat kemungkinan pembunuhan, baik terencana atau tidak, yang biasanya menyertai aksi perampokan.

Menurut UNODC (Badan PBB untuk Narkoba dan Kejahatan), tingkat pembunuhan terencana di Brasil selama ini mencapai angka 23,4 per 100.000 penduduk. Angka ini termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Hanya kalah oleh negara-negara tertentu seperti Honduras dan El Salvador di Amerika Tengah, atau misalnya Pantai Gading di Afrika.

Sebagai perbandingan di Indonesia, angka pembunuhan terencana adalah 8,1 kejadian per 100.000 penduduk. Bandingkan juga misalnya dengan Filipina 8,8 per 100.000 penduduk, atau Malaysia 2,3, Jerman 0,8 dan  Hong Kong 0,4 serta Singapura 0,3.

Saking kuatirnya, beberapa pemerintah negara peserta Piala Dunia sudah mengeluarkan peringatan soal ini kepada warga negaranya. Salah satunya Jepang. Mereka sampai melakukan riset per kota.

Di Recife (populasi 3,7 juta), kota di mana Jepang akan turun melawan Pantai Gading pada 14 Juni, tingkat pembunuhan di satu kota kecil itu saja 43 kali lebih besar dibandingkan dengan angka total nasional Jepang (yang  populasinya 126 juta). Tembak-menembak antara polisi dan anggota geng telah terjadi beberapa kali di beberapa bagian kota, baik siang hari dan malam, dengan peluru nyasar menimbulkan korban di kalangan masyarakat.

Di kota Natal, lokasi Jepang akan melawan Yunani pada 19 Juni, terdapat 31 kali lebih banyak kasus pembunuhan daripada seluruh Jepang. Kementerian Luar Negeri merekomendasikan para wisatawan untuk mewaspadai geng pencopet dan jambret dompet di tempat-tempat wisata.

Sementara itu di Cuiaba, di mana Jepang akan bermain melawan Kolombia pada 24 Juni,  tingkat bahaya sangat tinggi dan bahkan tidak sebanding dengan Jepang. Tingkat pembunuhan di Cuiaba adalah sekitar 51 kali lebih tinggi dari seluruh Jepang, sementara perampokan adalah 404 kali lebih tinggi.

Statistik yang baru dirilis 2014 ini menunjukkan bahwa perampokan jalanan di kuartal pertama melonjak 44% menjadi 10.154 kasus dari periode yang sama tahun 2013, menurut Institut Keamanan Publik negara bagian Rio de Janeiro.

Warga Rio mengatakan, akhir-akhir ini mereka melihat adanya peningkatan dramatis dalam perampokan bersenjata, pencopetan, dan penjambretan dompet.

Lihat video rekaman perampasan saat wawancara live di Brasil:

Pihak berwenang mengatakan, akan ada tambahan 2.000 polisi yang berpatroli di jalan-jalan dalam menanggapi gelombang kejahatan baru-baru ini.

Angka kasus perampokan dengan todongan senjata dilaporkan dalam tiga bulan pertama tahun ini telah kembali ke angka awal tahun 2008, sebelum upaya pengamanan dimulai. Rio meluncurkan program di bulan Desember tahun 2008 itu untuk merebut kendali daerah kumuh kota, yang dikenal sebagai favelas, dari pengedar narkoba.