Buffon: Masa Depan Sepakbola Italia Tetap Cerah

Gianluigi Buffon optimistis masa depan sepakbola Italia tetap cerah, walau saat ini gagal melaju ke Piala Dunia Rusia tahun depan.

Gianluigi Buffon - Leonardo Bonucci - Italia Gagal ke Piala Dunia 2018
Gianluigi Buffon - Leonardo Bonucci - Italia Gagal ke Piala Dunia 2018

Gianluigi Buffon mengaku menyesali semua yang terjadi di sepakbola Italia. Apalagi, Piala Dunia 2018 akan jadi turnamen internasional terakhir bagi Buffon sebelum ia gantung sepatu. Namun, Italia malah gagal melaju ke putaran final untuk pertama kalinya sejak 1958 lalu, setelah bermain imbang 0-0 melawan Swedia di leg ke dua babak play-off.

Di leg pertama sebelumnya yang digelar di Friends Arena, Stockholm, Swedia, Italia kalah 0-1 dari Swedia. “Sayang sekali di pertandingan terakhir saya, Italia malah gagal ke Piala Dunia. Ini kesalahan kami semua, tidak ada kambing hitam,” tandas Buffon, 39, usai pertandingan.

Rekan satu tim Buffon di Juventus, Andrea Barzagli, dan gelandang AS Roma Daniele de Rossi juga akan akhiri karir mereka di Timnas Italia. Sementara Giorgio Chiellini juga diperkirakan akan pensiun bersama mereka. Ke empat pemain itu telah kantongi 461 caps di antara mereka.

Buffon telah bukukan 175 penampilan untuk Italia selama 20 tahun karirnya di timnas. Buffon ikut mengangkat Piala Dunia 2006 – dan percaya masih ada masa depan yang cerah untuk Italia yang pernah jadi juara dunia empat kali ini.

“Pasti ada masa depan yang cerah untuk sepakbola Italia, karena kita memiliki kebanggaan, kemampuan, tekad dan setelah terjatuh, kita selalu temukan cara untuk bangkit lagi,” tandas Buffon, seperti dilansir BBC Sports.

Manajer Timnas Italia Gian Piero Ventura – yang masih terikat kontrak sampai tahun 2020 – menolak bicara dengan pihak televisi nasional usai kekalahan tersebut. Ia juga tiba terlambat ke konferensi pers 90 menit setelah pertandingan usai.

“Saya belum mengundurkan diri, karena saya belum bicara dengan presiden,” ujar Gian Piero Ventura.

“Saya minta maaf karena terlambat, tapi setiap pemain saya punya hak istimewa dalam bekerja sama, saya ingin memberi hormat secara individual kepada mereka,” tambahnya.

“Mengundurkan diri? Saya harus lakukan evaluasi di banyak masalah, kita akan bertemu dengan federasi dan mendiskusikannya,” tandas pelatih 69 tahun itu.

Sepakbola.cc