Capello: Italia Gagal Ke Piala Dunia? Itu Tragedi!

Fabio Capello menilai jika tim nasional Italia tidak mampu melewati hadangan Swedia dan gagal lolos ke Piala Dunia 2018 mendatang maka itu adalah sebuah tragedi.

Fabio Capello

Fabio Capello berharap Italia tidak mengulangi kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia seperti pada tahun 1958 silam.

Italia kini memiliki peluang berat untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia tahun depan. Gli Azzurri, yang harus memainkan laga playoff untuk mendapatkan satu tempat di Piala Dunia, harus menelan kekalahan di leg pertama melawan Swedia dengan skor tipis 1-0 pada Sabtu (11/11) dini hari WIB lalu.

Namun mereka masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan di leg kedua yang akan dimainkan di San Siro pada hari Selasa (14/11) pukul 02.45 WIB.

Mantan pelatih Inggris, Fabio Capello, mengakui timnas Italia sedikit kesulitan menghadapi permainan Swedia yang mengandalkan fisik mereka. Namun ia merasa jika Italia sampai gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia tahun depan maka itu adalah sebuah tragedi.

“Sepertinya kita tidak terbiasa bermain menghadapi lawan yang agresif,” ujar mantan pelatih Real Madrid itu pada wartawan. “Para pemain Swedia selalu seperti ini dan kita banyak mendatangkan para pemain Swedia karena kekuatan fisik mereka, namun Nils Liedholm (legenda Swedia) dan rekan-rekannya juga menunjukkan teknik yang hebat.”

“Saya terkejut dengan para pemain Italia. Kita sebelumnya terkenal karena pertahanan kita, namun dalam hal bertahan Anda harus mempelajari siapa yang ada di depan Anda. Jika Anda terorganisir, bisa menghentikan Sergio Ramos atau Cristiano Ronaldo, tidak tertekan dalam mengatur permainan.”

Capello menambahkan: “Ini akan menjadi sebuah tragedi jika Italia gagal melaju ke Piala Dunia. Saya bahkan tidak bisa mengingat satu-satunya saat Italia tidak lolos ke Piala Dunia pada 1958, karena saya masih berusia 12 tahun. Saya bisa katakan bahwa saya harus bangun jam 3 dini hari di China untuk menyaksikan pertandingan Italia baru-baru ini.”

“Masalah yang dimiliki sepakbola Italia adalah mereka selalu bisa mencari alasan saat keadaan memburuk. Jika ritme seluruh sepakbola, yang dimulai dari akademi pemain muda, tidak bisa menghasilkan fondasi kuat, lalu bagaimana orang Jerman bisa melakukannya?  Sebagai gantinya, kita terus mendatangkan lebih banyak pemain dari luar negeri. Ini hanyalah bisnis bagi kita.”

Sepakbola.cc