Gibolers Jerman Boleh Telat Ngantor 1-2 Jam

7

  Para gilabola di Jerman menghadapi dilema selama Piala Dunia karena adanya perbedaan waktu lima jam dengan Brasil, yang berarti banyak pertandingan akan dimainkan larut malam. Serikat pekerja banyak perusahaan telah mendesak pihak manajemen untuk memungkinkan karyawan telat masuk kerja di hari berikutnya. Tapi masalahnya, tidak semua bos Jerman adalah penggemar sepak bola. Banyak majikan mengutip pepatah Jerman yang kurang lebih […]

Gibolers Jerman Boleh Telat Ngantor 1-2 Jam - berita Piala Dunia

 

Para gilabola di Jerman menghadapi dilema selama Piala Dunia karena adanya perbedaan waktu lima jam dengan Brasil, yang berarti banyak pertandingan akan dimainkan larut malam.

Serikat pekerja banyak perusahaan telah mendesak pihak manajemen untuk memungkinkan karyawan telat masuk kerja di hari berikutnya. Tapi masalahnya, tidak semua bos Jerman adalah penggemar sepak bola.

Banyak majikan mengutip pepatah Jerman yang kurang lebih mengatakan, “Orang-orang yang bergembira juga dapat bekerja.” Tapi serikat melihat hal ini secara berbeda, dan telah meminta agar para pegawai bisa telat masuk kantor setelah nonton bola malamnya.

“Jika ada pertandingan larut malam, kami minta agar karyawan Anda bisa mulai bekerja pada hari berikutnya satu atau dua jam terlambat,” kata Carsten Burckhardt, seorang anggota dewan serikat buruh.

Sejak mendengar usulan serikat buruh itu, beberapa perusahaan Jerman telah merencanakan untuk mengakomodasi keinginan karyawan mereka.

“Tentu saja kami menyadari kecintaan karyawan kami terhadap sepakbola,” kata seorang juru bicara dari Bosch Technology Group . “Setiap cabang bisa menerapkan aturannya sendiri-sendiri, disesuaikan dengan kebutuhan para pekerja mereka.”

Jika disetujui oleh atasan mereka, karyawan shif malam bisa dapat istirahat nonton bola, dan kemudian mengkompensasikan kekurangan jam kerjanya belakangan. Televisi akan ditaruh di semua kantin Bosch sehingga seluruh karyawan dapat menonton pertandingan bersama-sama.

“Karyawan juga sering memiliki kesempatan untuk tukar shif dengan rekan lain yang bukan penggemar bola,” kata sang juru bicara.

Mario Obhoven, presiden dari Asosiasi Jerman untuk Usaha Kecil dan Menengah (BVMW) mengatakan, “Banyak perusahaan kecil-menengah adalah penggemar sepak bola besar. Itulah sebabnya, khusus di perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, seharusnya bahwa majikan dan pekerja dapat menemukan solusi jam kerja yang fleksibel.”

Tapi ternyata tidak semua perusahaan melihatnya seperti itu. “Hanya karena Piala Dunia tidak berarti bahwa dunia akan berhenti berputar,” kata seorang juru bicara dari perusahaan sistem filter Mann + Hummel. “Kami memiliki tanggung jawab terhadap pelanggan kami. Kami tidak akan menggeser jam kerja hanya karena Piala Dunia.”

Produsen mobil Daimler memiliki pendekatan yang lebih fleksibel terhadap antusiasme pekerja mereka terhadap sepakbola. “Di masa lalu, kita pada umumnya mengizinkan karyawan untuk menonton pertandingan,” ujar juru bicara dari perusahaan.