Inggris dan Skotlandia Terancam Sanksi FIFA

25

FIFA membuka proses disipliner kepada Inggris dan Skotlandia usai kedua negara gunakan ban hitam berhiaskan bunga poppy.

Piala Dunia  - Inggris dan Skotlandia Terancam Sanksi FIFA

Piala Dunia  - Inggris dan Skotlandia Terancam Sanksi FIFA

 

FIFA membuka proses disipliner kepada Inggris dan Skotlandia usai kedua negara gunakan ban hitam berhiaskan bunga poppy.

Inggris dan Skotlandia terancam dikenai hukuman karena melanggar salah satu regulasi FIFA. Kedua negara bersua di Wembley dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup F yang dimenangkan Inggris dengan skor 3-0, Sabtu (12/11) dini hari WIB.

Sebelum pertandingan dimulai FIFA sudah tegas memberitahukan bahwa regulasi mengatur pelarangan penggunaan ‘politik, relijius atau slogan pribadi, pernyataan atau gambar’ ketika laga dilangsungkan.

Penggunaan bunga poppy sendiri itu dimaksudkan sebagai bentuk tanda penghormatan kepada jasa pahlawan atau yang biasa disebut Remembrance yang jatuh setiap 11 November.

Tahu konsekuensinya bisa berarti pengurangan poin atau denda, Inggris dan Skotlandia tetap bersikukuh untuk mempergunakan bunga poppy karena sesuai prinsip yang pegang teguh oleh kedua asosiasi sepak bola negara itu sehingga FIFA membuka proses disipliner.

“Kami mengkonfirmasi dibukanya proses disipliner atas masalah ini. Harap dimengerti bahwa kami tidak bisa memberikan komentar lebih jauh saat sekarang atau memberikan spekulasi atas hasilnya atau menyediakan perkiraan waktu,” ujar juru bicara organisasi sepak bola tertinggi itu.

Sementara itu Wales mengeluarkan pernyataan sebelum bersua Serbia di ajang yang sama karena usulan penggunaaan bunga poppy telah ditolak FIFA.

Oleh karenanya FAW memutuskan untuk mempergunakan ban hitam saja di lengan pemain, serta penyerahan rangkaian bunga poppy di lapangan serta mosaik yang menyerupai bunga poppy di tribun penonton.

Sedangkan Irlandia Utara yang juga merupakan anggota dari Britania Raya tidak mempergunakan bunga poppy karena khawatir peluang untuk lolos ke putaran final Piala Dunia dijegal oleh FIFA kala melawan Azerbaijan.