Irlandia Utara Ukir Prestasi Menakjubkan

Kerja keras Timnas Irlandia Utara di kualifikasi Piala Dunia 2018 hingga babak play-off jadi ‘prestasi menakjubkan’. Demikian ungkap manajer Michael O’Neill.

Hasil imbang 0-0 di leg kedua yang digelar di Basel, Senin (13/11) dinihari WIB, tak cukup bagi skuad Micheal O’Neill untuk melaju ke putaran final ajang empat tahunan yang akan digelar di Rusia itu. Swiss jadi tim yang berhasil melaju berkat sebuah eksekusi penalti yang kontroversial di leg pertama.

Irlandia Utara menempati posisi dua di kualifikasi grup di bawah Jerman. Itulah sebabnya Irlandia Utara harus bertarung lebih dulu di babak play-off untuk amankan tiket ke Rusia.

“Ada para pemain yang hancur di tim saya, tapi saya bangga pada mereka,” ujar O’Neill seperti dilansir BBC Sports.

“Saya bisa sebut mereka semua – para pemain hebat. Kami tidak selalu memiliki pemain top, tapi kami punya pemain yang berkarakter papan atas,” tambahnya.

“Apa yang para pemain ini lakukan di tahap ini – membawa tim seperti Swiss harus berjuang keras hingga menit-menit terakhir babak play-off, adalah prestasi yang luar biasa,” tandas O’Neill.

Timnas Irlandia Utara tunjukkan penampilan biasa dalam laga di Basel, yang beebrapa kali memberi mereka keberuntungan. Tapi, skuad O’Neill memang tampil habis-habisan untuk bisa berlaga di Piala Dunia 2018 – yang akan jadi Piala Dunia yang pertama sejak 1986 lalu.

Haris Seferovic lewatkan banyak peluang untuk tim tuan rumah yang tampil gugup dalam laga ini. Bintang Irlandia Utara, Jonny Evans, hampir membawa permainan ini ke babak perpanjangan waktu. Sayangnya, sundulan Evans di masa injury-time berhasil dibendung bek kiri Swiss, Ricardo Rodriguez.

Tentunya, hasil ini membuat Timnas Irlandia Utara merenungkan kembali apa yang terjadi dan kekalahan di leg pertama di Belfast yang ditentukan sebuah penalti kontroversial, yang terjadi saat Corry Evans dinilai telah memblokir tembakan Xherdan Shaqiri dengan tangannya di kotak terlarang. Di leg pertama lalu, Swiss menang tipis 1-0. “Kami sudah bermain sangat buruk di leg pertama,” ujar O’Neill di Sky Sports.

“Kami berjuang untuk hidup dan mimpi kami. Kami bermain dengan keberanian, dan menempuh jarak yang sangat jauh,” tambahnya.

“Mereka pastinya menyesal, sampai akhirnya lawan menang karena mendapat hadiah penalti. Kalau tidak ada penalti itu, kami bisa berjuang hingga ke babak perpanjangan waktu. Kami akan diingat dengan penampilan kami malam ini dibandingkan yang lainnya,” ujar O’Neill.

Sepakbola.cc