Keistimewaan Menjadi Kiper

  Gawang merupakan bagian dari sepakbola yang tidak bisa dilepaskan. Gawang pun tak lepas dari sosok penjaganya atau disebut kiper. Yang dapat menjadi kiper adalah orang terpilih. Namun, tidak semua kiper bisa menghalau tendangan bola dengan baik. Berikut enam keistimewaan yang dimiliki kiper: 1. Di antara 10 pemain lainnya, kiper adalah pemain yang bisa dengan leluasa […]

Keistimewaan Menjadi Kiper

 

Gawang merupakan bagian dari sepakbola yang tidak bisa dilepaskan. Gawang pun tak lepas dari sosok penjaganya atau disebut kiper. Yang dapat menjadi kiper adalah orang terpilih. Namun, tidak semua kiper bisa menghalau tendangan bola dengan baik.

Berikut enam keistimewaan yang dimiliki kiper:

1. Di antara 10 pemain lainnya, kiper adalah pemain yang bisa dengan leluasa memegang bola selama pertandingan berlangsung. Berbeda dengan pemain lain, yang akan dikenai hukuman apabila bola mengena tangan, sekali pun hal tersebut dilakukan tanpa sengaja.

2. Selain dengan tangan, seorang kiper juga diizinkan untuk menggunakan seluruh bagian tubuhnya. Bisa dengan kepala, kaki, dan dada.

3. Posisi kiper terkesan selalu dilindungi oleh para pemain lain. Karena letaknya berada di belakang, pemain lawan yang mencoba mendekat ke arahnya selalu mendapat perlawanan dari pemain belakang.

4. Seorang kiper bisa ikut bermain di tengah lapangan tanpa ada yang melarang. Hal tersebut biasanya dilakukan ketika pertandingan sudah menjelang akhir dan gol belum juga tercipta. Atau jumlah gol yang dimiliki timnya hanya tertinggal satu point dari gol yang dihasilkan lawan. Peristiwa ini sudah sangat sering terjadi di pertandingan-pertandingan sepak bola. Takjarang di antara mereka bisa menciptakan gol dengan spektakuler. Sayang, jika gol tidak berhasil diciptakan, kiper harus berlari kembali sesegera mungkin ke daerah kuasa aslinya, gawang. Karena jika tidak, hal tersebut bisa berakibat cukup fatal.

5. Di antara pemain sepak bola lain, kiper mendapat jatah “shot” dari kamera yang merekam pertandingan tidak terlalu banyak dibanding dengan penyerang atau pemain lain. Terutama jika gawang yang lebih banyak “dicecar” adalah gawang lawan.

6. Ketika berlatih, mereka tidak dilatih untuk berlari kencang. Mereka berlatih untuk menghalau bola, takjarang “adegan” jatuh adalah adegan yang paling lumrah dipraktikkan. Meloncat ke atas, ke samping kiri dan kanan adalah teknik yang umumnya mereka praktikkan.