Roberto Mancini Masih Marah Kepada Manchester City

    Roberto Mancini (Pelatih asal Italia) masih marah kepada eks klubnya Manchester City. Ia merasa ditusuk dari belakang oleh beberapa orang penting di Etihad, Markas City. Mancini mengatakan kalau pihak klub melakukan pendekatan kepada sejumlah pelatih di antaranya Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, menjelang akhir musim. Ia juga menyebut Ketua Eksekutif Ferran Soriano dan Direktur Sepak Bola Txiki […]

 

Piala Dunia  - Roberto Mancini Masih Marah Kepada Manchester City

 

Roberto Mancini (Pelatih asal Italia) masih marah kepada eks klubnya Manchester City. Ia merasa ditusuk dari belakang oleh beberapa orang penting di Etihad, Markas City.

Mancini mengatakan kalau pihak klub melakukan pendekatan kepada sejumlah pelatih di antaranya Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, menjelang akhir musim. Ia juga menyebut Ketua Eksekutif Ferran Soriano dan Direktur Sepak Bola Txiki Begiristain dibalik pemecatan dirinya.

Padahal Mancini mempersembahkan trofi Liga Inggris, trofi yang sudah ditunggu suporter City sejak 44 tahun silam. “Saya tahu banyak orang di dunia sepak bola dan saya mendapat informasi bahwa Soriano dan Begiristain sudah mengincar sejumlah pelatih beberapa bulan sebelum saya dipecat. Menjelang saya dipecat komunikasi antara klub dengan Guardiola dan Soriano makin intensif,” kata Mancini.

“Saya tidak diberitahu sama sekali padahal saya makan malam bersama mereka (Begiristain dan Soriano) sebelum final Piala FA. Ini seperti Judas. Saya sangat percaya dengan pemilik klub Khaldoon al-Mubarak 100 persen, namun sama sekali tidak percaya dengan mereka berdua. Sangat mungkin Al Mubarak hanya mengikuti apa yang dikatakan Begiristain dan Soriano),” lanjut Mancini.

Mancini juga merasa tersakiti karena dirinya tidak diberi kesempatan untuk mengucapkan terima kasih kepada suporter City yang loyal kepadanya. “Al Mubarak juga tidak berkata apa pun tentang alasan pemecatan itu. Ia hanya mengatakan tugas saya sudah selesai dan mengucap terima kasih. Itu saja. Jadi ada orang yang bekerja di belakang saya dan kemudian menikam saya, persis Judas,” tutupnya.

Sepakbola.cc