Sejarah Pembangunan Stadion Bung Tomo

76

  Stadion Bung Tomo adalah stadion olahraga kebanggaaan warga Surabaya yang letaknya berada di Benowo, Surabaya Barat.  Awalnya stadion ini dibangun karena keprihatinan rakyat Jawa Timur yang tidak memiliki fasilitas yang memadai dalam bidang olahraga. Padahal, selain terkenal sebagai kota perdagangan dan industri, Surabaya juga dikenal sebagai kota yang menghasilkan atlet yang berprestasi. Misalnya saja ketika pada […]

Sejarah Pembangunan Stadion Bung Tomo

 

Stadion Bung Tomo adalah stadion olahraga kebanggaaan warga Surabaya yang letaknya berada di Benowo, Surabaya Barat.  Awalnya stadion ini dibangun karena keprihatinan rakyat Jawa Timur yang tidak memiliki fasilitas yang memadai dalam bidang olahraga. Padahal, selain terkenal sebagai kota perdagangan dan industri, Surabaya juga dikenal sebagai kota yang menghasilkan atlet yang berprestasi.

Misalnya saja ketika pada tahun 2008, atlet dari Jatim sukses menjadi juara umum PON XVII yang diselenggarakan di Kalimantan Timur. Sejak tahun 2000, ketika Surabaya menjadi salah satu tuan rumah PON XV, seolah fasilitas-fasilitas olahraga yang lengkap dan bisa dibanggakan sudah tidak ada lagi.

Kondisi bangunan fasilitas olahraga yang ada juga sudah dijual kepada pihak lain, dan berubah fungsinya. Itulah sebabnya pemerintah Surabaya kemudian mengadakan megaproyek Surabaya Sport Centre (SSC) di kawasan Pakal, Benowo dan dikenal sebagai Stadion Bung Tomo.

Stadion Bung Tomo ini memiliki banyak sekali fasilitas, seperti hotel atlet, jogging track, pusat perbelanjaan, stadion indoor, dan lainnya. Salah satu kebanggaan dari stadion ini adalah stadion sepakbola yang menjadi titik utamanya. Pembangunan yang mengeluarkan biaya hingga Rp 500 miliar ini dibangun pada tanah dengan luas 100 hektar.

Keamanannya sangat terjaga. Tidak hanya dari segi penjaga, tapi juga menjaga segala sesuatu yang biasa terjadi di stadion lainnya. Tempat duduk penonton yang terbuat dari beton, sehingga selain lebih awet walau diguyur hujan dan panas, juga tidak dapat dilepas untuk dilempar kepada penonton lainnya.

Stadion dengan kapasitas 55 ribu penonton ini memiliki 21 pintu masuk pada sekeliling stadion. Masing-masing pintu mempunyai dua akses untuk menuju ke tribun. Hal itu sengaja dilakukan agar penonton dapat merasa nyaman dan lebih leluasa.

Selain itu, pintu masuknya yang sangat unik dan dibuat berkelok-kelok seperti ular. Hal ini dimaksudkan agar penonton lebih tertib pada saat memasuki stadiun. Nantinya para penonton di Stadion Gelora Bung Tomo harus melewati ruangan khusus yang menjadi tempat pemeriksaan barang bawaan.

Fasilitas lain yang ada pada stadion ini adalah kantin yang menyediakan makanan dan minuman. Walau berada di lantai satu, namun penonton tetap dapat dengan mudah menuju lantai satu menuju tribun selama pertandingan.

Berbeda dengan penonton yang berada di kelas VIP dan VVIP. Para penonton di kelas tersebut telah disediakan fasilitas plus. Biasanya tiket untuk kelas VIP dijual secara khusus, sehingga selain dapat dibeli langsung di lokasi juga dapat secara online.

Kelebihan dari penonton yang berada di VIP adalah disediakannya kursi yang menggunkan sofa empuk, posisinya langsung menghadap ke arah lapangan, dan terdapat toilet khusus. Untuk kapasitas ini hanya menampung 4.370 penonton.

Jika VIP saja sudah memiliki fasilitas yang sangat oke, begitu pula dengan VVIP. Biasanya kelas ini hanya disediakan untuk tamu-tamu penting dan pejabat.

Bayangkan saja, mereka diperlakukan layaknya tamu hotel. Kelas VVIP ini terdiri dari 8 ruangan, yang memiliki kapasitas beragam pula. Secara keseluruhan ruangan di kelas VVIP ini hanya dapat menampung 130 penonton.