Sejarah Stadion di Indonesia

5

  Stadion olahraga sudah banyak dibangun sejak zaman penjajahan Belanda. Tingginya animo masyarakat Belanda untuk berolahraga menjadi salah satu alasannya. Stadion di Indonesia pertama yang dibangun oleh bangsa pribumi adalah Stadion Sriwedari di Surakarta. Stadion Sriwedari selesai dibangun pada tahun 1933. Stadion ini dapat berdiri atas prakarsa Paku Buwono X yang ingin membangun tempat olahraga […]

Sejarah Stadion di Indonesia

 

Stadion olahraga sudah banyak dibangun sejak zaman penjajahan Belanda. Tingginya animo masyarakat Belanda untuk berolahraga menjadi salah satu alasannya. Stadion di Indonesia pertama yang dibangun oleh bangsa pribumi adalah Stadion Sriwedari di Surakarta.

Stadion Sriwedari selesai dibangun pada tahun 1933. Stadion ini dapat berdiri atas prakarsa Paku Buwono X yang ingin membangun tempat olahraga bagi keluarga keraton. Pada tahu 2003, stadion ini diubah namanya menjadi Stadion R. Maladi. Hal ini dilakukan sebagai penghargaan terhadap mantan Menteri Olahraga dan Ketua PSSI itu.

Stadion terbesar pertama yang dibangun di Indonesia adalah Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Stadion ini mulai direncanakan sejak tahun 1958. Tujuannya adalah untuk menyambut Asian Games yang berlangsung pada 1962. Stadion yang sempat diubah namanya menjadi Istora Senayan ini pernah memiliki kapasitas sampai 100.000 penonton. Saat ini kapasitasnya telah dikurangi menjadi sekitar 88.000 penonton. Stadion ini merupakan stadion terbesar, dari segi kuantitas, di Indonesia.

Stadion Gelora Bung Karno juga bersejarah karena menjadi simbol perlawanan bangsa-bangsa dunia ketiga terhadap negara maju di Barat. Alasannya karena diadakan even Ganefo, Games of New Emerging Forces, yang diadakan untuk menyaingi Olimpiade. Nilai historis ini yang juga menjadikan stadion ini masih menjadi yang terbesar di Indonesia.

Saat ini, Stadion Gelora Bung Karno digunakan sebagaihomebase dari Tim Nasional Indonesia dan Persija Jakarta. Walau terlihat besar, namun sesungguhnya model dan fasilitasnya terlihat ketinggalan zaman dibandingkan dengan stadion yang dibangun modern ini.