Stadion Maracana Mati Listrik Karena Belum Bayar Tagihan

Sepakbola РStadion Maracana sampai harus mati listrik hanya karena belum bayar tagihan. Hal ini timbulkan keprihatinan.

Stadion Maracana di Brazil, yang tak hanya menjadi tuan rumah turnamen terbesar sejagat Piala Dunia 2014 dan juga upacara pembukaan Olimpiade 2016 namun juga menjadi salah satu stadion bersejarah dalam dunia sepak bola, diliputi kegelapan pada hari Kamis waktu setempat setelah Light, sebuah perusahaan penyedia listrik untuk stadion, memutuskan pasokan aliran listrik karena tagihan yang belum dibayar.

“Aliran listrik ke stadion Maracana di putus pada pagi ini,” begitu bunyi penyataan resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan listrik itu. “Tagihan listrik stadion belum dibayar sejak bulan Oktober tahun lalu.”

“Total jumlah tunggakan sekitar 3 juta reais (sekitar ¬£800,000) dengan 1.3 juta yang harus dibayar oleh pemilik stadion saat ini,” ujar Light, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan konstruksi Odebercht. “Sisa 1.7 juta lainnya harus dibayar oleh penyelenggara Olimpiade Rio 2016.”

Panitia Olimpiade, yang memiliki kontrol atas stadion pada bulan September dan Oktober, sedang menegosiasikan bagian mereka, tambah perusahaan listrik tersebut.

Stadion ini merupakan salah satu stadion yang paling terkenal di dunia. Ia menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2014 saat Jerman mengalahkan Argentina dan juga menjadi tuan rumah pertandingan final turnamen pada tahun 1950 silam saat Uruguay mengalahkan Brazil dengan skor 2-1 untuk meraih trofi kejuaraan.

Namun, sama seperti stadion lainnya yang dibangun untuk Piala Dunia 2014, ia kini sudah tak dirawat dan sudah mengalami banyak kerusakan. Arena da Amazonia di Manaus, di mana Inggris memainkan pertandingan pembukaan mereka di Piala Dunia tiga tahun lalu, menjadi stadion yang tak terawat, sementara Estadio Mane Garrincha di ibukota, Brazilia, telah berubah fungsi menjadi sebuah stasiun bus de facto.

Advertisement