Swedia Jadi Lawan Terakhir Buffon Bersama Italia

Gianluigi Buffon memastikan pensiun dari sepakbola internasional dengan kegagalan timnas Italia melaju ke Piala Dunia 2018 setelah disingkirkan oleh Swedia di babak play-off.

Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon mengaku kecewa dengan kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018. Laga lege kedua play off Piala Dunia pada Selasa (14/11) dini hari WIB tadi, sekaligus menjadi pertandingan terakhirnya di pentas sepakbola internasional.

Pertandingan melawan Swedia di San Siro dipastikan menjadi pertandingan terakhir Buffon bersama timnas Italia. Hasil imbang 0-0 dalam pertandingan tersebut membuat Swedia melaju ke Piala Dunia dengan keunggulan agregat 1-0, sementara Italia harus rela hanya jadi penonton.

Buffon sendiri menegaskan dirinya tak bersedih dengan kegagalan Italia melaju ke Piala Dunia karena ia sendiri sudah pernah meraih gelar juara pada tahun 2006 silam. Namun ia merasa ini menjadi pukulan berat bagi perkembangan sepakbola di negaranya yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami keterpurukan.

“Ini adalah sesuatu hal yang mengecewakan,” ujar penjaga gawang berusia 39 tahun itu pada Rai Sport. “Bukan bagi saya, namun bagi perkembangan sepakbola (di negara ini) karena kami gagal melakukan sesuatu yang benar-benar penting penting bagi negeri ini.”

“Inilah satu-satunya pertandingan yang saya miliki dan tentu saja bukan sesuatu yang saya inginkan dalam penutup karir saya, karena waktu telah berlalu dan ini yang terjadi.”

“Ini sangat disayangkan karena pertandingan terakhir saya bertepatan dengan kegagalan lolos ke Piala Dunia. Namun jelas ada masa depan bagi sepakbola Italia, karena kami memiliki kebanggaan, kemampuan, tekad dan setelah terjatuh selalu ada cara untuk bangkit kembali. Saya meninggalkan tim nasional Italia yang sudah tahu bagaimana cara menangani diri mereka sendiri.”

Meski gagal lolos ke Piala Dunia, namun Buffon tak ingin menimpakan kesalahan kepada pelatih Gian Piero Ventura.

Buffon menambahkan : “Dalam sepakbola anda menang sebagai sebuah tim dan demikian juga sama halnya ketika anda kalah, anda membagi pujian dan kesalahan secara bersama-sama. Pelatih adalah bagian dari seluruh tim ini.”

Sepakbola.cc