Piala Dunia, Pegawai Siap Bolos Kerja

21

  Satu kendala yang hampir abadi dalam menikmati penyelenggaraan Piala Dunia adalah perbedaan waktu. Bagi yang memiliki waktu sama dengan negara gelaran, jelas tidak masalah. Namun bagian lain (paling sering Asia) akan menjadikan pegawai siap untuk bolos kerja. Ya, Perbedaan waktu dengan Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014 membuat jadwal pertandingan sepakbola di kawasan […]

Internasional Piala Dunia  - Piala Dunia, Pegawai Siap Bolos Kerja

 

Satu kendala yang hampir abadi dalam menikmati penyelenggaraan Piala Dunia adalah perbedaan waktu. Bagi yang memiliki waktu sama dengan negara gelaran, jelas tidak masalah. Namun bagian lain (paling sering Asia) akan menjadikan pegawai siap untuk bolos kerja.

Ya, Perbedaan waktu dengan Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014 membuat jadwal pertandingan sepakbola di kawasan Asia berlangsung mulai tengah malam hingga pukul enam pagi. Hal ini makin mendorong para pegawai di China berniat bolos dari pekerjaannya demi menonton tim jagoannya berlaga di ajang olahraga bergengsi tersebut.

Sebuah survei yang digelar eFinancialCareers di Singapura, Hong Kong dan China bahkan dengan mencengangkan papar angka 26 persen responden berniat bekerja seharian dan menonton bola semalam suntuk.

CNBC merilis, Kamis (12/06/2014), badai demam bola memang diprediksi akan menyerang sebagian besar pegawai dan para pelaku bisnis di Asia. Namun dengan jadwal pertandingan yang berlangsung dini hari, para pegawai kembali diprediksi akan mengalami hari-hari kerja yang tidak mudah.

Hingga kini, sejumlah perusahaan China telah bersiap menghadapinya. Beberapa hari menjelang pertandingan pertama Piala Dunia, situs perdagangan elektronik (e-commerce) Taobao mulai menjual surat palsu keterangan dokter dengan harga di atas US$ 50 atau Rp 590 ribu (kurs: Rp 11.816 per dolar AS).

Surat keterangan tersebut berisi keterangan medis pribadi, diagnosa dan jangka waktu sakit pegawai. Yang menarik, beberapa surat keterangan palsu tersebut bahkan disertai cap dari rumah sakit untuk menunjukkan keasliannya.

Sementara bagi para profesional yang tidak ingin bolos, pilihan mengatur waktu tidur merupakan suatu keharusan. Beberapa di antara pegawai bahkan telah menyusun agenda kerja dan jadwal menonton bola selama Piala Dunia berlangsung.

“Saya akan tidur selama empat jam setelah tiba di rumah, lalu bangun tengah malam untuk menonton bola, lalu tidur lagi empat jam (jika tidak ada pertandingan pukul 3 pagi) lalu menonton pertandingan pukul 6. Selama saya tidur delapan jam, sepakbola tak akan mempengaruhi kinerja saya,” bongkar seorang bankir di Singapura, Russell Curtis.