Prediksi Belanda vs Argentina, Akan Jadi Penentu Sejarah

Laga Belanda vs Argentina Kamis dinihari pukul 03.00 WIB akan jadi penentu sejarah. Apakah akan terjadi final sesama Eropa (Belanda vs Jerman), atau muka Amerika Selatan masih bisa diselamatkan dengan lolosnya Argentina lolos ke final. Laga di Sao Paulo ini adalah pertemuan kelima mereka.

Belanda dan Argentina telah bertemu empat kali sebelumnya di ajang Piala Dunia dengan Belanda menang dua kali dan Argentina sekali. Satu-satunya kemenangan Argentina atas Belanda terjadi di final Piala Dunia 1978. Di depan kerumunan gilabola tuan rumah di Buenos Aires, Argentina menang 3-1 setelah perpanjangan waktu, dengan Mario Kempes menambahkan gol keduanya dan Daniel Bertoni membuat gol ketiga.

Pada pertemuan pertama mereka di Piala Dunia 1974, Belanda mengklaim kemenangan meyakinkan 4-0. Johan Cruijff mencetak dua gol dan Ruud Krol dan Johnny Rep menambahkan dua, setelah itu Belanda lolos mencapai final.

Pada tahun 1998 Belanda memenangkan pertemuan mengesankan lain di perempatfinal. Patrick Kluivert, yang sekarang jadi asisten pelatih tim nasional Belanda, mencetak gol pembuka, Claudio Lopez menyamakan kedudukan. Arthur Numan (Belanda) dan Ariel Ortega (Argentina) dikartu merah. Laga tersebut paling diingat untuk gol legendaris Dennis Bergkamp di menit akhir pertandingan. Setelah umpan bola panjang oleh Frank de Boer, Bergkamp menunjukkan kontrol luar biasa atas bola untuk menghasilkan gol kemenangan.

Pertemuan terakhir Piala Dunia antara kedua tim terjadi di Piala Dunia 2006. Pertandingan di Frankfurt itu berakhir imbang tanpa gol. Kedua tim sudah memastikan diri lolos ke sistem gugur saat mengawali pertandingan.

Dalam konfrontasi nanti pemain bintang dari kedua tim, Lionel Messi dan Arjen Robben, memiliki kesempatan untuk bersinar. Namun, Robben tidak melihatnya sebagai pertandingan antara dirinya dan Messi. “Tidak, aku tidak melihatnya seperti itu”, kata Robben. “Kami akan melakukannya sebagai sebuah tim.”

Robben mencetak tiga kali gol di Piala Dunia ini, sementara Messi sudah mencetak empat kali dalam lima pertandingan. Pelatih Louis van Gaal tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang Messi saat konferensi pers di Sao Paulo kemarin. “Kami bermain melawan Argentina,” katanya. “Saya selalu berbicara tentang tim dan bukan tentang individu.”

Belanda memiliki beberapa kekhawatiran dalam membangun susunan pemain untuk laga ini. Kapten Robin van Persie dan Daryl Janmaat menderita masalah perut dan absen untuk sebagian besar waktu latihan, Selasa.

Ada beberapa kabar baik juga, dengan Ron Vlaar (cedera lutut), Leroy Fer (hamstring) dan bahkan Nigel de Jong ikut serta saat latihan. Yang terakhir ini mengalami cedera pangkal paha melawan Meksiko dan diharapkan akan melewatkan sisa turnamen. “Jika reaksinya baik dan dia bisa bermain, maka keajaiban bisa menjadi kenyataan,” kata Van Gaal soal De Jong.

Argentina pasti akan tanpa Angel Di Maria karena cedera paha yang dideritanya di perempatfinal melawan Belgia, namun striker Sergio Aguero telah dinyatakan fit untuk bermain setelah pulih dari masalah yang sama.

Belanda mencapai semi-final setelah mengalahkan Meksiko 2-1 dan mengalahkan Kosta Rika (0-0, 4-3 setelah adu penalti) di fase knock-out, sedangkan Argentina mengalahkan Swiss 1-0 setelah perpanjangan waktu di 16 Besar dan Belgia 1-0 di perempatfinal.

Argentina mencapai babak 4 Besar untuk keempat kalinya dalam 24 tahun, tetapi untuk kelima kalinya secara total. Tim Tango menjadi runner up tahun 1930, pemenang tahun 1978, pemenang tahun 1986, dan runner up 1990. Mereka tidak pernah kalah dalam pertandingan semifinal Piala Dunia. Belanda sedang mencoba mengatasi kebuntun itu guna mencapai final keempat di ajang Piala Dunia, setelah kehilangan tiga sebelumnya pada tahun 1974, 1978 dan 2010.

Tidak peduli apa hasilnya, sejarah akan dibentuk pada Kamis dinihari WIB. Apakah akan menjadi final sesama Eropa antara Belanda vs Jerman, yang mempermalukan tuan rumah Brasil 7-1 pada Rabu pagi tadi, atau Argentina mampu lolos dan menjunjung tinggi kehormatan Amerika Selatan?