Prediksi Piala Dunia 2014, Iran vs Nigeria, 17 Juni 2014

 

Kembali ke prediksi gelaran Piala Dunia 2014, laga antara Iran vs Nigeria di Arena da Baixada, Curitiba, Brasil. Datang dengan bekal prestasi berbeda selama turut pada putaran final Piala Dunia yang pada edisi 2014 ini masing-masing adalah kelima kalinya bagi Nigeria dan keempat kalinya bagi Iran.

Iran tercatat sama sekali tak pernah lolos ke babak sistem gugur baik dalam tiga putaran final Piala Dunia sebelumya, masing-masing 1978 di Argentina, 1998 di Prancis dan 2006 di Jerman. Sebaliknya, Nigeria dua kali mencapai 16 Besar pada edisi 1994 dan 1998, sedangkan dua lainnya pada 2020 dan hanya 2010 tersingkir di fase grup.

Nigeria juga memiliki alasan yang lebih optimistis untuk bisa mengalahkan Iran karena berkaca pada pengalaman 1998 saat keduanya berhadapan pada laga persahabatan yang merupakan pertemuan mereka satu-satunya sebelum Brasil 2014, Nigeria mengatasi Iran dengan menang 1-0.

Namun, jika melihat hasil laga-laga terakhir kedua tim menjelang ke Brasil, Iran berprestasi lebih baik dibandingan dengan Nigeria. Iran berturut-turut menahan seri Belarus, Montenegro dan Angola sebelum mengalahkan Trinidad dan Tobago pada laga pemanasan terakhirnya.  Sedangkan Elang Super juga tiga kali seri melawan Meksiko, Skotlandia, dan Yunani, sebelum dikalahkan Amerika Serikat pada laga pemanasan terakhir.  Tentu saja yang menjadi lawan-lawan Nigeria lebih berkelas dibandingkan dengan lawan-lawan Iran.

Dari beberapa laga pertama Piala Dunia 2014, sampai Minggu waktu setempat lalu, gol-gol mengalir begitu deras. Tetapi, mengingat Iran terkenal karena kokoh menjaga gawangnya sehingga hanya kebobolan sedikit selama kualifikasi lalu, sementara Nigeria sendiri sebagai peserta Piala Dunia 2014 yang paling tumpul di depan, maka laga di Curitiba mungkin juga akan paceklik gol.

 

Statistik Kedua Tim:

Pertemuan Iran dan Nigeria pertama dalam laga persahabatan tahun 1998.  Elang Super menang 1-0

 

Iran

  1. Iran hanya menang satu kali pada sembilan laga Piala Dunia, yaitu melawan Amerika Serikat pada 1998 dengan skor 2-1.
  2. Iran tidak pernah memenangi laga pembukanya pada tiga keikutsertaannya dalam putaran final Piala Dunia terdahulu.
  3. Tim asuhan Carlos Queiroz ini selalu kebobolan pada laga Piala Dunia.
  4. Tapi sepanjang babak kualifikasi Iran mencatat clean sheet lebih banyak dibandingkan tim-tim Piala Dunia 2014 mana pun.
  5. Iran rata-rata melakukan 22 pelanggaran setiap pertandingan Piala Dunia.  Ini adalah rasio tertinggi dibandingkan dengan tim mana pun yang berpartisipasi di Brasil.
  6. Tidak ada tim peserta Piala Dunia 2014 yang mencetak gol lebih banyak dari Iran yang pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia mencetak 30 gol.

 

Nigeria

  1. Sebelas dari 21 gol ke gawang Nigeria pada putaran final Piala Dunia diawali dari set peace.
  2. Elang Super tidak pernah menang pada delapan laga Piala Dunia terakhirnya (2 seri, 6 kalah). Ini adalah paceklik kemenangan terlama di antara 32 tim yang berlaga pada Piala Dunia 2014.
  3. Tiga gol Nigeria pada Piala Dunia 2010 semua berasal dari situasi set piece (satu dari titik penalti, satu dari tembakan bebas, dan satu dari lemparan bebas).
  4. Nigeria hanya melepaskan tujuh tembakan tepat menyasar gawang (on target) pada Piala Dunia 2010. Pada kategori ini Honduras, Selandia Baru dan Aljazair adalah yang paling rendah dibandingkan peserta putaran final Piala Dunia 2014.
  5. Kiper Nigeria Vincet Enyeama menjadi kiper paling tinggi angka tidak kebobolan dibandingkan para kiper dari lima liga top Eropa.  Dia mencetak 21 kali clean sheet untuk Lille pada Liga Utama Prancis.
  6. Pertemuan terakhir Nigeria dengan wakil Asia pada putaran final Piala Dunia terjadi ketika melawan Korea Selatan yang berakhir seri 2-2 pada fase grup Piala Dunia 2010.

 

Perkiraan Susunan Pemain:

Iran (4-2-3-1): Daniel Davari; Steven Beitashour, Jalal Hosseini, Amir Hossein Sadeqi, Mehrdad Pouladi; Javad Nekounam, Andranik Teymourian; Ghasem Hadadifar, Masoud Shojaei, Ashkan Dejagah; Reza Ghoochannejhad

Nigeria (4-4-2): Vincent Enyeama; Efe Ambrose, Godfrey Oboabona, Kenneth Omerou, Juwon Oshaniwa; John Mikel Obi, Ogenyi Onazi, Ramon Azeez, Victor Moses; Peter Odemwingie, Emmanuel Emenike

Wasit: Carlos Vera (Ekuador)

Pemain paling menonjol dalam laga ini: John Obi Mikel, Nigeria (pemain Chelsea FC)

Pemain yang mungkin tampil mengejutkan: Reza Ghoochannejhad, Iran (pemain Charlton Athletic dan pencipta sembilan dari 11 gol Iran pada Piala Asia sehingga memenangi Golden Boot).

 

Prediksi hasil pertandingan 2-0 untuk kemenangan Nigeria.