Presiden Porto Minta Maaf Untuk Nyanyian Chapecoense

  • Presiden Porto, Jorge Nuno Pinto da Costa, meminta maaf karena para suporternya berharap kubu Benfica SL menjadi korban pesawat jatuh.

Presiden Porto, Jorge Nuno Pinto da Costa, meminta maaf karena para suporternya berharap kubu Benfica SL menjadi korban pesawat jatuh.

Berita Bola, Internasional – Insiden memalukan tersebut terjadi ketika kedua tim bersua di pertandingan bola tangan, Rabu kemarin, waktu setempat.

Para suporter Porto berteriak dan berharap kubu Benfica ikut menjadi korban dari klub asal Brazil, Chapecoense.

“Saya berharap Benfinca berada di pesawat yang sama seperti Chapecoense,” teriak para suporter.

Tentu nyanyian tersebut tidak sepantasnya, sebab 19 pemain Chapecoense meregang nyawa atas jatuhnya pesawat LaMia yang membawa 77 penumpang dan 71 diantaranya tewas.

Peristiwa tragis tersebut terjadi kala Champecoense akan bertanding di final Copa Sudamericana melawan Atletico National, November tahun lalu.

Dunia sepak bola pun berkabung dan ucapan bela sungkawa berdatangan dari seluruh penjuru dunia kepada Chapecoense.

Oleh karenanya, Pinto da Costa, melalui sepucuk surat pernyataan kepada Associated Press, berharap publik bisa memberikan pintu maaf untuk para fans Porto.

Ia pun berjanji akan memberikan bantuan kepada klub asal Brazil tersebut untuk membangun kembali skuat.

Padahal, seperti diakui oleh presiden Chapecoense, Plinio David De Nes, hanya FC Barcelona lah yang memberikan dukungan penuh, baik moral maupun materi, dengan mengajak terlibat di turnamen pra-musim Joan Gamper di Barcelona musim panas nanti.

Uang hasil penjualan tiket pun setengahnya akan diberikan kepada Chapecoense agar bisa menjadi modal untuk membangun skuat.

Saat ini Chapecoense sudah terlibat di kompetisi Liga Brazil dan meraih dua hasil kemenangan dari tiga laga terakhir melawan Zulia, Lanus dan Atletico Nacional.

Sementara itu hasil di olahraga cabang bola tangan tersebut, dimenangkan oleh Porto.