Presiden UEFA Tertawakan Kemunafikan Kaum Politisi

9

    Presiden UEFA Michel Platini mengaku sudah muak membaca seruan boikot Piala Dunia 2018 di Rusia sebagai cara membalas  tindakan Moskow terhadap Ukraina. Ia secara tidak langsung menyebutnya sebagai kemunafikan kaum politisi. Platini mengatakan pada satu kesempatan pekan silam, ia menolak ide boikot apa pun dalam dunia olahraga. Ia menyebut dua senator Amerika Serikat yang […]

 

Internasional Piala Dunia  - Presiden UEFA Tertawakan Kemunafikan Kaum Politisi

 

Presiden UEFA Michel Platini mengaku sudah muak membaca seruan boikot Piala Dunia 2018 di Rusia sebagai cara membalas  tindakan Moskow terhadap Ukraina. Ia secara tidak langsung menyebutnya sebagai kemunafikan kaum politisi.

Platini mengatakan pada satu kesempatan pekan silam, ia menolak ide boikot apa pun dalam dunia olahraga. Ia menyebut dua senator Amerika Serikat yang meminta FIFA membatalkan hak tuan rumah itu dari FIFA sebagai, “Seenaknya saja bicara.”

“Saya mulai merasa muak nih dengan orang-orang yang minta boikot,” tukas Platini dalam sebuah jumpa pers soal kemungkinan sanksi terhadap Rusia.

Michel Platini bekerja bersama sejumlah kolega Rusia di komite eksekutif UEFA dan FIFA, termasuk bersama menteri olahraga Rusia, Vitaly Mutko. Pejabat Ukrainian Hrihoriy Surkis juga duduk sebagai salah satu wakil presiden UEFA.

“Sebenarnya itu agak sinting untuk meminta mereka yang sudah berlatih sepanjang tahun untuk memboikot acara tertentu,” kata Platini. “Banyak orang yang tidak suka olahragalah yang mengajukan permohonan seperti ini.”

Ia lalu menyebut contoh bahwa pada turnamen Euro 2012 di Polandia dan Ukraina ada seruan boikot dari pejabat-pejabat dan politisi Eropa, guna menghukum Presiden Ukraina saat itu, Viktor Yanukovych.

“Tapi di partai final agaknya saya lihat kok kehadiran Perdana Menteri Spanyol dan Perdana Menteri Italia,” tukas Platini, mengenang peristiwa di Kiev yang dimenangkan Spanyol 4-0.  Internasional Piala Dunia  - Presiden UEFA Tertawakan Kemunafikan Kaum Politisi

“Biarlah politisi mengurusi politik. Olahraga itu seharusnya menjadi tempat yang mempersatukan semua orang bersama-sama.”

Mantan pemain timnas Prancis itu juga mengenang Piala Dunia 1978 di Argentina, yang kala itu diperintah sebuah rezim militer. Intelektual Prancis di dalam negeri menyerukan pemboikotan turnamen tersebut guna mempermalukan pemerintahan militer tersebut. Tapi Platini mempertahankan pendapat bahwa tim Prancis sebaiknya tetap pergi ke sana.