PSG Depak Unai Emery Sebelum Januari

Paris Saint-Germain pertimbangkan untuk mendepak Unai Emery sebelum dibukanya bursa transfer musim dingin Januari mendatang.

Unai Emery
Unai Emery

Kabarnya, rencana ini diatur oleh direktur olahraga PSG, Antero Henrique, setelah meningkatnya ketegangan antara Unai Emery dan skuad asuhannya sendiri.

Posisi Emery mendapat ancaman sejak PSG menang telak 4-0 atas Barcelona di leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim lalu, sebelum akhirnya PSG kehilangan gelar juara Liga Prancis yang berhasil direbut AS Monaco.

Sementara, tak adanya pelatih pengganti yang diinginkan musim panas lalu membuat pelatih asal Spanyol itu bisa bertahan hingga memasuki musim keduanya. Skeptisisme klub atas kemampuan Emery bertambah setelah kedatangan Neymar dari Barcelona yang dinilai telah merusak otoritas Emery di ruang ganti.

Antero Henrique mengaku telah siapkan berbagai hal untuk gantikan Emery pada akhir paruh pertama musim ini, di mana Jose Mourinho dan asistennya di Manchester United, Rui Faria, akan jadi calon kuat jika keduanya benar-benar putuskan untuk tinggalkan Old Trafford.

Henrique mengaku telah mengenal kedua sosok penting di MU itu selama bertahun-tahun, bahkan pernah bekerja sama dengan Mourinho dan Faria saat mereka masih mengasuh FC Porto yang berhasil merebut kembali gelar juara Liga Portugal, Piala UEFA dan Liga Champions antara tahun 2002 dan 2004.

Kepemimpinan Emery terhadap skuad PSG juga telah dirusak oleh ketegangan di dalam lapangan maupun luar lapangan, antara Neymar dan pencetak gol terbanyak PSG, Edinson Cavani.

Pemain Timnas Brasil itu keluhkan gaya permainan sepakbola Emery dan penolakannya untuk serahkan tugas tendangan penalti. Pada lebih dari satu kesempatan, Neymar juga telah menyatakan dirinya tidak layak untuk bermain. “Pelatih memiliki banyak masalah dalam menangani tim, dia tidak dihargai para pemainnya,” kata seorang sumber di PSG yang tak disebutkan identitasnya, seperti dilansir Yahoo Sports.

Skuad yang terpecah sadar benar, mereka tidak akan membantu pelatih asal Spanyol itu – yang pernah menangkan tiga gelar juara Liga Europa berturut-turut di Sevilla sebelum akhirnya mengasuh PSG.

Sementara itu, saat ditanya tentang permasalahannya di PSG ketika ia gabung Timnas Brasil pekan ini, Neymar mengaku tidak ada apa-apa. Tapi, setelah itu, Neymar menangis di samping pelatih Brasil, Tite. Neymar juga tinggalkan konferensi pers yang disiarkan secara nasional di negara asalnya itu sebelum selesai.

Sepakbola.cc