Rahasia Yang Ingin Diketahui Musuh-musuh Spanyol

  Bagaimana mungkin sang juara dunia 2010 dan dua kali juara Eropa dikalahkan dengan telak 1-5 di laga pertamanya di Brasil? Sungguh memalukan. Manusia yang patut diberi pujian (atau makian, tergantung kamu pendukung Spanyol atau bukan) adalah sang manager Louis van Gaal. Ia menerapkan beberapa strategi baru, yang bahkan hingga beberapa bulan lalu masih dikritik […]

Internasional Piala Dunia  - Rahasia Yang Ingin Diketahui Musuh-musuh Spanyol

 

Bagaimana mungkin sang juara dunia 2010 dan dua kali juara Eropa dikalahkan dengan telak 1-5 di laga pertamanya di Brasil? Sungguh memalukan.

Manusia yang patut diberi pujian (atau makian, tergantung kamu pendukung Spanyol atau bukan) adalah sang manager Louis van Gaal.

Ia menerapkan beberapa strategi baru, yang bahkan hingga beberapa bulan lalu masih dikritik mereka yang sok tahu soal bola.

Rahasia itu adalah:

Pertama, dia main keras. Kamar ganti dan manajemen timnas Belanda sudah sejak lama terpecah dua, ada yang membela Robin van Persie, ada yang lebih suka menaruh Klaas-Jan Huntelaar sebagai striker utama, atau bahkan mengidekan mereka berdua sebagai tombak kembar. Van Gaal memilih percaya penuh pada van Persie, yang dibayarnya lunas dengan dua gol. Gol balasan pertamanya bahkan mengukuhkan van Persie sebagai The Real Flying Dutchman.

Kedua, van Gaal tahu Spanyol suka main ball possession. Cara mematahkannya adalah dengan menaruh 5 pemain sekaligus di lapangan tengah sehingga strategi ball possession Spanyol tidak pernah bisa muncul, selalu dirusak oleh 5 pemain tengah ini. Formasi yang dimainkan adalh 3-5-2, yang kadang-kadang berubah menjadi 5-3-2 ketika Belanda sedang tertekan.

Padahal saat melalui babak kualifikasi Eropa, Tim Oranje berhasil memainkan taktik 4-3-3.

Ketiga, ia mencopot semua pemain bertahan yang bertanggung jawab atas kekalahan Belanda 0-1 di final Piala Dunia 2010 di Soccer City, Afsel.  Tak ada sisa bek saat ini yang pergi ke Brasil. Namun di saat yang sama van Gaal dengan bijaksana tetap mempertahankan sejumlah pemain senior, apalagi yang bermain di lapangan tengah: Wesley Snijder dan Nigel de Jong. Demikian juga Robin van Persie dan Arjen Roben di depan.

Keduanya memperlihatkan, melalui dua gol mereka masing-masing, mengapa senioritas diperlukan dalam sebuah tim nasional.

Usai Brasil, van Gaal akan mulai melatih Manchester United. Sungguh besar prospek dan harapan manajemen MU bahwa di musim depan klub mereka akan kembali ke ranking teratas Liga Premier, plus memetik satu tiket Champions.