Seorang eksekutif Uni Sepak Bola Rusia telah mengakui bahwa badan itu sama sekali tidak mampu membayar gaji tahunan yang selangit dari pelatih tim nasional, Fabio Capello.

Sergei Stepashin, anggota komite eksekutif RFU, mengatakan gaji Capello, yang belum dibayar sama sekali sejak Juni, tetap tidak terjangkau.

“Saya bisa menyatakan bahwa uang untuk membayar Capello tidak ada,” katanya.

“Jelas adalah salah untuk gagal membayar gaji pelatih tim nasional Anda, tetapi ketika mereka menandatangani kontrak, mereka harus benar-benar berpikir tentang bagaimana cara  mendanainya. Hari ini kami masih mencari sumber pendanaan.”

Gaji Capello mencapai Rp 132 Milyar per tahun.

Capello mengakui awal bulan ini bahwa kesabarannya atas sengketa itu sudah nyaris habis, mengatakan ia merasa “sangat dekat dengan batas kesabaran.”

Krisis keuangan di RFU minggu ini menyebabkan dua anggota staf kepelatihan Capello, Christian Panucci dan Massimo Neri, menolak untuk melakukan perjalanan tandang kualifikasi Euro 2016 mereka ke Austria karena apa yang badan itu sebut sebagai “sengketa kontrak”.

Skala luar biasa dari gaji Capello telah berulang kali menyebabkan kontroversi di Rusia, dengan politisi nasionalis Vladimir Zhirinovsky menyebut mantan pelatih Inggris itu sebagai “pencuri” pada bulan Juli, sementara sesama anggota parlemen Oleg Pakholkov menyebut pelatih asal Italia itu semata-mata hanya mencari uang.

“Saya pikir Capello tahu bahwa ia tidak akan mencapai apa-apa dengan tim kami, tapi dia memutuskan itu adalah cara terbaik untuk mencari uang. Ia ingin segera mengumpulkan uang tunai untuk pensiun.”

Kontrak Capello seharusnya berlangsung sampai ke Piala Dunia 2018 dengan tuan rumah Rusia.

Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko sebelumnya telah mengatakan bahwa kegagalan RFU untuk membayar gaji akan menyebabkan kemerosotan performa tim serta rusaknya reputasi.

“Ini tidak memberikan baik tim atau pelatih motivasi ekstra. Seluruh situasi tidak membuat Rusia terlihat baik dengan cara apapun.”

Rusia berada di urutan kedua di kualifikasi Euro 2016 Grup G, di belakang Austria dan memperoleh poin 5 yang sama dengan Swedia.

BAGIKAN