Satu Gol Menakjubkan, Sayangnya Bukan Dari Manchester United

5

Dari laga Manchester United vs AS Roma di turnamen International Champions Cup, ada satu tendangan menakjubkan di menit 74. Dari jarak sekitar 50 meter lebih, seorang pemain menendang bola ke arah gawang lawan, dan goool! Sayangnya, tendangan yang berbau spekulasi tapi berhasil menggetarkan gawang itu bukan hasil tendangan pemain Setan Merah, melainkan lawannya, Miralem Pjanić. Pemain asal […]

Internasional Liga Inggris Xtra Time  - Satu Gol Menakjubkan, Sayangnya Bukan Dari Manchester United

Dari laga Manchester United vs AS Roma di turnamen International Champions Cup, ada satu tendangan menakjubkan di menit 74. Dari jarak sekitar 50 meter lebih, seorang pemain menendang bola ke arah gawang lawan, dan goool! Sayangnya, tendangan yang berbau spekulasi tapi berhasil menggetarkan gawang itu bukan hasil tendangan pemain Setan Merah, melainkan lawannya, Miralem Pjanić.

Pemain asal Bosnia berusia 24 tahun itu memang dikenal memiliki teknik bermain tingkat tinggi. Ia biasa mengisi posisi gelandang tengah, baik di timnas Bosnia maupun AS Roma.

Miralem Pjanić jelas sangat berbakat, dan mampu melakukan gol yang tidak terkira seperti itu, tapi banyak yang bertanya-tanya apa kiper Ben Amos lakukan sehingga kemasukan gol dari jarak sespekulatif itu? Amos tampak berdiri agak jauh dari gawangnya, dekat dengan titik luar kotak penalti.

Di kursi pelatih, asisten Ryan Giggs tampak termangu menyaksikan adegan itu. Louis van Gaal (LVG) mendiskusikan sesuatu dengan anggota tim lainnya.

Amos baru memasuki lapangan di babak kedua, menggantikan Sam Johnstone di bawah mistar. Namun dia meninggalkan lapangan dengan rasa malu karena tembakan yang melewati atas kepalanya.

Kita bisa saja menyebutnya gol luar biasa, mengapa musti menyalahkan kiper?

LVG tidak setuju. Pelatih asal Belanda itu dengan tanpa ragu meletakkan kesalahan semata-mata di pundak Amos setelah insiden tersebut. Ia berkata, “Aku sudah tua, hampir 63 tahun, dan ketika saya berlari dengan bola terbang selama empat detik, (sejauh) lima puluh meter. Bagaimana menurutmu?”

Untuk Amos, itu cuma satu gol. Tapi satu gol apes itu akan menjadi pukulan yang menghancurkan kepercayaan dan merupakan tanda pasti bahwa ia sudah harus mulai mencari karir di tempat lain.

Benjamin Paul Amos, nama lengkapnya, bergabung dengan Old Trafford sejak tahun 2008. Kita tidak pernah mendengar namanya karena ia baru satu kali membela Manchester United sebelum ia dipinjamkan ke sana dan ke mari. Tercatat setidaknya ada lima klub dengan nama-nama tidak terkenal yang menjadi tempat kepergiannya selama ini. Kini dengan satu gol apesnya itu, ia siap-siap dipinjamkan kembali atau pergi selamanya. Dengan 24 tahun ia mungkin butuh tempat baru untuk menjadi starter. Van Gaal dengan komentarnya yang nyelekit itu mungkin baru saja memberinya dorongan yang dibutuhkannya.