Sepakbola Bisa Mirip Basket Setelah Insiden Kramer

3

  Siap-siap! Sepakbola bakal makin mirip bola basket dengan penggantian pemain lebih sering, dan pemain yang baru saja diganti bisa saja masuk kembali ke lapangan, kalau mau dan seizin pelatih. Itulah spekulasi terakhir kemungkinan aturan baru FIFA setelah kasus Christoph Kramer di final Piala Dunia lalu. Pemain Jerman itu jatuh setelah tabrakan mengerikan di menit ke-19 dengan […]

Sepakbola Bisa Mirip Basket Setelah Insiden Kramer - berita Internasional Liga Jerman Piala Dunia

 

Siap-siap! Sepakbola bakal makin mirip bola basket dengan penggantian pemain lebih sering, dan pemain yang baru saja diganti bisa saja masuk kembali ke lapangan, kalau mau dan seizin pelatih. Itulah spekulasi terakhir kemungkinan aturan baru FIFA setelah kasus Christoph Kramer di final Piala Dunia lalu.

Pemain Jerman itu jatuh setelah tabrakan mengerikan di menit ke-19 dengan Ezequiel Garay ketika rahangnya menabrak bahu bek Argentina itu. Pemain berusia 23 tahun itu sempat dirawat cukup lama sebelum diizinkan untuk melanjutkan pertandingan. Tapi, karena kehilangan keseimbangan dan kelihatan kebingungan, ia digantikan di menit 31 oleh André Schurrle, yang memberi assist gol kemenangan Mario Götze di perpanjangan waktu.

“Saya tidak ingat banyak dari permainan itu,” kata Kramer. “Saya tidak tahu apa-apa dari babak pertama. Saya pikir tadinya saya langsung main lagi langsung setelah insiden tersebut. Bagaimana saya sampai ke ruang ganti saya tidak tahu. Saya tidak tahu apa-apa lagi. Permainan, di kepala saya, mulai hanya di babak kedua.”

Insiden yang melibatkan Kramer itu menyebabkan FIFPro, organisasi para pemain bola profesional dunia, menuduh FIFA selama Piala Dunia gagal melindungi pemain yang menderita gegar otak.

Wasit laga final itu Nicola Rizzoli menceritakan kembali insiden tersebut.

“Tak lama setelah kena hantaman, Kramer datang kepada saya dan bertanya ‘Ref, apakah ini final?'” terang Nicola Rizzoli kepada Gazzetta dello Sport. “Saya pikir dia sedang bercanda dan membuatnya mengulangi pertanyaan itu, dan kemudian dia berkata, ‘Aku perlu tahu apakah ini benar-benar final'”.

“Ketika saya berkata, ‘Ya,’ ia lalu menjawab, ‘Terima kasih, itu penting untuk saya ketahui.'”

Kramer akhirnya digantikan di menit ke-31 setelah jatuh lagi ke tanah dengan kecurigaan gegar otak.

Peristiwa itu  menghidupkan kembali kekhawatiran tentang cara sepakbola menangani masalah ini, karena ada kekuatir telah terjadi cedera kepala kepada beberapa pemain lain di awal turnamen. Pemain Argentina Javier Mascherano dan Pablo Zabaleta juga tetap bermain di semifinal vs Belanda setelah terkena pukulan keras ke kepala. Demikian juga bek Uruguay Alvaro Pereira menolak meninggalkan lapangan setelah terkena hantaman di kepala selama penyisihan grup.

Insiden ini memicu perdebatan, apakah FIFA perlu mengizinkan penggantian pemain sementara sampai si pemain yang terkena gegar otak bisa mendapatkan pemeriksaan cedera kepala secara benar.

Kepala medis FIFA D’Hooghe tidak menentang gagasan itu.