Sepp Blater Siap Jadi Presiden FIFA, Lagi!

6

  Berapa lama seseorang pantas menjabat sebagai Presiden? Bukan hanya Presiden satu negara, menjadi Presiden satu organisasi kelas dunia juga kerap dipegang cukup lama oleh satu orang. Sepp Blatter siap jadi Presiden FIFA, Lagi! Ya, peluang Sepp Blatter untuk meneruskan jabatannya sebagai Presiden FIFA sampai ia berusia awal 80-an kini semakin dekat. Blatter sendiri ikut […]

Sepp Blater Siap Jadi Presiden FIFA, Lagi! - berita Internasional

 

Berapa lama seseorang pantas menjabat sebagai Presiden? Bukan hanya Presiden satu negara, menjadi Presiden satu organisasi kelas dunia juga kerap dipegang cukup lama oleh satu orang. Sepp Blatter siap jadi Presiden FIFA, Lagi!

Ya, peluang Sepp Blatter untuk meneruskan jabatannya sebagai Presiden FIFA sampai ia berusia awal 80-an kini semakin dekat. Blatter sendiri ikut mengonfirmasi bahwa dirinya berupaya untuk menduduki masa jabatan kelima di kantor itu tahun depan.

Sepp Blatter, yang akan menginjak usia 79 tahun ketika pemungutan suara dilakukan Juni depan dan pertama kali terpilih 16 tahun silam, mengonfirmasi bahwa dirinya akan kembali menjadi kandidat pada wawancara yang direkam. Rekaman tersebut kemudian diteruskan kepada para delegasi di Pertemuan Global Soccerex.

“Anda melihat misi yang tidak pernah selesai dan misi saya belum selesai,” ujarnya sambil menambahkan bahwa ia akan secara resmi menyampaikan kepada para anggota komite eksekustif FIFA mengenai pencalonannya di Zurich pada akhir bulan ini.

“Saya melihat dari kongres FIFA terakhir di Sao Paulo, bukan hanya impresi namun dukungan dari mayoritas. Sekarang saya akan membuat deklarasi resmi pasti pada September.”

“Saya akan menginformasikan komite eksekutif. Itu adalah pertanyaan mengenai rasa hormat juga untuk mengatakannya kepada keluarga sepak bola, Ya saya akan siap. Saya akan menjadi kandidat,” ujarnya dengan mantap.

Sebagai catatan, pada 40 tahun terakhir, FIFA hanya memiliki dua presiden. Joao Havelange menjabat dari 1974 sampai 1998, sedangkan Blatter, yang sebelumnya menjadi sekretaris jenderal, menggantikannya.