Sepp Blatter Bersikukuh FIFA Bukan Organisasi Korup

  • Eks presiden FIFA Sepp Blatter percaya bahwa waktu akan membuktikan bahwa organisasi tertinggi tersebut tidak terlibat dalam korupsi apapun.

Berita Bola – Sepp Blatter yakin sejarah akan menunjukkan bahwa FIFA bukanlah sebuah lembaga korupsi kala organisasi sepak bola tertinggi di dunia itu kehilangan reputasinya.

Pria berusia 81 tahun tersebut dikenai larangan terlibat di dunia sepak bola setelah dinyatakan bersalah melakukan tindak korupsi pasca ditahan oleh pihak penyelidik dari Amerika Serikat dan Swiss, pada 2015 silam.

Kini presiden FIFA yang baru, Gianni Infantino berusaha keras untuk mengembalikan reputasi yang sempat tercoreng karena skandal yang dilakukan Blatter.

AKan tetapi pada sebuah wawancara dengan media asal Swedia, Expressen, pria asal Swiss itu meyakini bahwa okum-oknum dari FIFA lah yang bersalah karena korupsi, bukan organisasi secara keseluruhan.

“Penilaian yang dilakukan oleh media internasional setelah 27 Mei 2015 [penangkapan dirinya dan para petinggi FIFA]: ‘Hanya ada korupsi di tubuh FIFA.’ Tapi FIFA sendiri [secara organisasi] tidaklah korup,” ujar Blatter.

“Manusia mungkin bisa melakukan korupsi tapi organisasi FIFA tidak bisa diidentifikasikan seperti itu.”

“Ini lah alasan utama saya untuk menyerahkan mandat. Saya kala itu baru saja terpilih kembali sebagai presiden FIFA. Saya yakin bahwa tindakan saya bisa menenangkan Departemen Keadilan Amerika Serikat.”

“Pada 27 Mei 2015, semua orang berkata bahwa FIFA sebuah organisasi ‘Mafioso’. Setelahnya [pengunduran diri Blatter], semua orang berkata bahwa FIFA hanya lah korban semata.”

Disinggung siapa yang mengatakan hal tersebut, tanpa segan-segan Sepp Blatter berkata: “Departemen Keadilan Amerika. Anda bisa menanyakan hal tersebut kepada mereka. Mereka berkata bahwa: ‘FIFA hanya korban’.”

“Para anggota FIFA yang telah ditahan atau bermasalah dengan otoritas Amerika Serikat… karena aktivitas yang mereka lakukan di konfederasi mereka sendiri, bukan sebagai anggota FIFA.”

“[Konfederasi] Amerika Selatan, Amerika Utara dan sekarang seseorang di Asia [bermasalah]. Semua aktivitas mereka berhubungan dengan konfederasi masing-masing. Ini bukan FIFA-gate. Ini konfederasi-gate.”

“Tidak mudah mengubah sikap media internasional Mereka masih ingin memandang FIFA sebagai lembaga korup dan Sepp Blatter merupakan dalang di belakang semua ini. Tapi sejarah akan membuktikan bahwa FIFA tidak korup. Bukan organisasinya.”