Strategi Jahat Liga-liga Eropa Batalkan Piala Dunia di Timur Tengah

Qatar 2022 adalah Piala Dunia pertama di negara gurun. FIFA dan para pengamat sudah menguatirkan dampak suhu panas yang bisa mencapai 40 derajat Celcius terhadap para pemain sepakbola. Karena itu kemudian muncul ide agar Piala Dunia Qatar digeser ke bulan November 2022 atau Januari 2023 ketika suhu sedikit lebih sejuk. Tapi ide ini memunculkan keberatan […]

Internasional Liga Jerman Piala Dunia  - Strategi Jahat Liga-liga Eropa Batalkan Piala Dunia di Timur Tengah

Qatar 2022 adalah Piala Dunia pertama di negara gurun. FIFA dan para pengamat sudah menguatirkan dampak suhu panas yang bisa mencapai 40 derajat Celcius terhadap para pemain sepakbola.

Karena itu kemudian muncul ide agar Piala Dunia Qatar digeser ke bulan November 2022 atau Januari 2023 ketika suhu sedikit lebih sejuk. Tapi ide ini memunculkan keberatan dari liga-liga besar Eropa, terutama karena pergeseran itu akan harus dimulai setahun sebelum dan setahun sesudahnya. Dengan demikian jadwal 2021, 2022, dan 2023 akan digeser guna mengadopsi penyelenggaraan acara kelas dunia itu di bulan November 2022 atau Januari 2023.

Kini ada perkembangan terbaru dari pihak EPA, Asosiasi Klub-klub Eropa.

Ketua komite eksekutif EPA dan presiden Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge berbicara tentang solusi potensial, termasuk memindahkan turnamen ituke musim dingin.

Tapi, tentu saja, dia tidak mendukung musim dingin Piala Dunia tanpa syarat.

“Semua orang harus membayar harga untuk memainkan  turnamen di Qatar.”

“Pada prinsipnya, ECA bersedia untuk membahas untuk memindahkan Piala Dunia, baik itu ke November, Januari atau kapan saja, tapi dengan satu syarat: klub sepak bola dan liga tidak akan menjadi satu-satunya pihak yang membayar tagihan.”

“Hal pertama yang kita harus akui adalah bahwa keputusan FIFA itu didasarkan pada asumsi penyelenggaran Piala Dunia pada musim panas 2022. Jika itu diubah dari musim panas hingga November atau Januari maka akan mempengaruhi bisnis kami dan kalender kami.”

“Kami tidak siap untuk membayar tagihan tersebut. Biaya tersebut tidak dapat dibayar oleh klub. Itu harus dijelaskan kepada FIFA bahwa mereka membutuhkan niat baik dari pihak klub, atau kita tidak akan siap untuk berdiskusi.”

Nah! Rummenigge mengatakan bahwa klub-klub Eropa bersedia untuk menerima keputusan FIFA untuk memfasilitasi Piala Dunia di musim dingin … jika mereka mendapatkan semacam kompensasi.

FIFA hanya harus mengirimi semua liga sebuah cek dengan angka yang luar biasa besar dan mereka akan dengan senang hati menata kembali kalender mereka untuk memungkinkan Piala Dunia dimainkan di Qatar selama musim dingin.

Ini tampaknya bukan masalah duit.

Secara ekonomis ini hal ini tidak mungkin terjadi. FIFA dan liga-liga mungkin tidak akan pernah bisa mencapai kesepakatan tentang berapa angka yang layak didapatkan masing-masing liga dan bagaimana mendistribusikan itu ke tiap klub. Berapa ratus juta dollar harus dikeluarkan oleh FIFA dengan bantuan tuan rumah Qatar? Angkanya gelap. Bisa berkisar mulai dari sekian puluh juta sampai sekian ratus juta dollar untuk tiap liga.

Entah Qatar akan gelap mata membayar semua biaya itu dan menjadi bangkrut, atau akhirnya turnamen ini akan dibatalkan sama sekali.

Dengan kata lain Rummenigge dan orang-orang lain yang menjalankan klub sepakbola besar lebih suka melihat Piala Dunia di Qatar tidak terjadi, entah di musim panas atau musim dingin, karena itu akan baik menjadi buruk untuk bisnis mereka atau berbahaya bagi pemain mereka.