Sturridge Cedera, Manager Liverpool Kecam Tim Nasional

17

Pelatih tim mana yang tidak marah. Pemain dipinjamkan ke tim nasional untuk menjalankan tugas negara, eh pulang-pulang sudah cedera. Ngamuklah. Termasuk manager Liverpool Brendan Rodgers. Pelatih asal Irlandia Utara itu mengecam cara staf medis tim nasional menangani Daniel Sturridge setelah striker Liverpool mengalami cedera pada tugas internasionalnya. Penyerang The Reds itu kembali ke Anfield dengan cedera […]

Internasional Liga Inggris  - Sturridge Cedera, Manager Liverpool Kecam Tim Nasional
Pelatih tim mana yang tidak marah. Pemain dipinjamkan ke tim nasional untuk menjalankan tugas negara, eh pulang-pulang sudah cedera. Ngamuklah. Termasuk manager Liverpool Brendan Rodgers.

Pelatih asal Irlandia Utara itu mengecam cara staf medis tim nasional menangani Daniel Sturridge setelah striker Liverpool mengalami cedera pada tugas internasionalnya.

Penyerang The Reds itu kembali ke Anfield dengan cedera paha yang diderita dalam sesi latihan menjelang pertandingan The Three Lions vs Swiss pada hari Selasa dinihari WIB.

Manager Liverpool itu merasa kurang senang dengan penanganan tim nasional terhadap pemain berusia 24 tahun itu selama masa rehat internasional.

“Satu-satunya kekecewaan bagi kami adalah Daniel Sturridge pulang dalam kondisi terluka. Padahal ia memulai musim dengan sangat baik,” kata Rodgers.

“Kami jelas kecewa karena kami merasa itu adalah cedera yang bisa dicegah.”

Dengan begitu Rodgers akan kehilangan Sturridge untuk setidaknya dua minggu ke detpan, melanjutkan, “Saya pikir cara kerja klub seringkali berbeda dengan cara kerja tim internasional.”

“Ini lebih ke strategi pemulihan. Ketika kami melihat pemain kami di sini kami melihat mereka satu per satu, apa yang dibutuhkan mereka.”

“Pemain cepat butuh dua hari pemulihan, sementara pemain lain sudah bisa turun bekerja.”

“Ketika Anda adalah tipe pemain cepat seperti Daniel Sturridge, Raheem Sterling dan anak baru seperti Danny Welbeck, Anda perlu memulihkan mereka.”

“Dia [Sturridge] telah bekerja keras selama pramusim dan tampak sangat fit dan kuat dalam pertandingan terakhir kami melawan Tottenham.”

Ini bukan kali pertama pelatih klub marah kepada tim nasional. Sudah tidak bayar si pemain, pulang dari tugas membela negara seringkali dalam kondisi cedera, dan klub yang harus menanggung biaya kesehatannya serta ketidakmampuan pemain bekerja selama beberapa waktu.

Pemain sepakbola top dunia selalu menemukan diri mereka terjepit di antara kepentingan sang klub majikan dan undangan untuk mewakili negara di tingkat internasional. Kompetisi untuk keduanya bisa sama-sama sengit. Sayangnya, kondisi bisa berubah menjadi tak tertahankan dengan munculnya klub yang terlalu agresif.

Klub selalu membenci masa jeda untuk laga-laga internasional dengan alasan sederhana. Bagaimana mungkin seorang pelatih yang tidak mereka bayar justru bertanggung jawab atas kesehatan dan perkembangan para pemain yang sudah susah payah mereka gaji?

Biasanya konflik ini muncul ke permukaan ketika seorang pemain (atau pemain yang rawan cedera) dipanggil oleh tim nasional untuk sebuah laga persahabatan tak penting-penting amat, dan pemain klub itu mengalami cedera. Sementara ada unsur kebanggaan bagi si pemain Anda untuk bermain bagi laga internasional, klub membenci kondisi ketika pemain mereka kehilangan banyak waktu karena bekerja di luar struktur mereka.