Tak Digaji Lima Bulan, Mantan Pelatih Real Madrid Ini Ngambek

Tidak digaji selama lima bulan, mantan pelatih Real Madrid ini ngambek. Fabio Capello berencana berhenti dari posisinya sebagai pelatih tim nasional Rusia setelah tidak menerima gaji sejak bulan Juni 2014. Veteran pelatih asal Italia itu sebelumnya tidak mengganggap penting tunggakan upahnya sejak pertengah tahun 2014 tersebut, tetapi sekarang ia kehabisan kesabaran, seperti komentarnya pada situs Sportbox, […]

Internasional Liga Italia Liga Spanyol Piala Dunia  - Tak Digaji Lima Bulan, Mantan Pelatih Real Madrid Ini Ngambek

Tidak digaji selama lima bulan, mantan pelatih Real Madrid ini ngambek.

Fabio Capello berencana berhenti dari posisinya sebagai pelatih tim nasional Rusia setelah tidak menerima gaji sejak bulan Juni 2014.

Veteran pelatih asal Italia itu sebelumnya tidak mengganggap penting tunggakan upahnya sejak pertengah tahun 2014 tersebut, tetapi sekarang ia kehabisan kesabaran, seperti komentarnya pada situs Sportbox, Jumat.

Ditanya berapa lama dia siap untuk bekerja secara gratis, mantan manajer dua periode di Real Madrid itu mengatakan, “Saya semakin dekat dengan batas (kesabaran). Sangat dekat.”

Dia menambahkan, “Saya berharap solusi untuk masalah ini bisa ditemukan secepatnya.”

Mantan pelatih Inggris Capello, yang dilaporkan memiliki pendapatan Rp 133 Milyar per tahun untuk pekerjaan di Rusia ini juga mengatakan kepada situs tersebut, bagian dari perusahaan televisi pemerintah Rusia, bahwa uang “tidak benar-benar menginspirasi saya” dan bahwa ia masih menikmati melatih tim.

Capello berada di bawah kontrak dengan Rusia sampai negara itu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

Lelaki berusia 68 tahun itu pernah dua kali melatih Milan, dua kali menjadi bos Real Madrid, selain tim lain seperti Roma, Juventus, dan tim nasional Inggris.

Gajinya, dan keputusan untuk menawarkan kontrak jangka panjang terhadapnya, dikritik oleh anggota parlemen Rusia setelah tim Rusia tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia di Brasil.

Pemimpin nasionalis Vladimir Zhirinovsky menyebut Capello sebagai “pencuri” saat anggota parlemen lain menuntut dia membayar kembali gajinya.

Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko, figur sentral yang membawa masuk Capello ke Rusia pada tahun 2012, telah mengatakan bahwa kinerja tim Rusia bisa terpengaruh oleh pembayaran upah pelatih Italia tersebut.

Tim nasional Rusia hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan kompetitif terakhirnya, yakni di kualifikasi Euro 2016 vs Liechtenstein.

Rusia duduk di posisi kedua di kualifikasi Grup G Euro 2016 di belakang Austria dan memiliki perolehan poin sama dengan Swedia. Pertandingan berikutnya adalah tandang ke Austria pada 15 November.