Takut Pulang ke Ukraina, Pemain Malah Diancam Denda

20

  Sejumlah pemain klub-klub Ukraina menolak pulang karena ketakutan pesawat mereka bernasib sama dengan Malaysian Airlines MH17. Enam warga Amerika Selatan, lima Brasil dan satu Argentina, telah menolak untuk kembali ke Ukraina untuk bermain bagi klub sepakbola mereka di kota bermasalah Donetsk. Para pemain itu tetap tinggal di Prancis setelah juara liga Ukraina Shakhtar Donetsk melakukan […]

Internasional Liga Europa  - Takut Pulang ke Ukraina, Pemain Malah Diancam Denda

 

Sejumlah pemain klub-klub Ukraina menolak pulang karena ketakutan pesawat mereka bernasib sama dengan Malaysian Airlines MH17. Enam warga Amerika Selatan, lima Brasil dan satu Argentina, telah menolak untuk kembali ke Ukraina untuk bermain bagi klub sepakbola mereka di kota bermasalah Donetsk.

Para pemain itu tetap tinggal di Prancis setelah juara liga Ukraina Shakhtar Donetsk melakukan laga persahabatan melawan Lyon pada hari Sabtu lalu. Takut pulang ke Ukraina, pemain malah diancam denda.

Militer Ukraina berusaha untuk merebut kembali Donetsk di timur negara itu dari pemberontak pro-Rusia.

”Kalau mereka tidak datang maka mereka akan menderita,” miliarder pemilik klub, Rinat Akhmetov, mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs Shakhtar.

Menolak untuk menjalankan kontrak akan menyebabkan para pemain bisa terkena denda ‘puluhan juta Euro’ , ia memperingatkan.

Para pemain tidak kembali bersama tim untuk laga Piala Super Ukraina hari ini melawan Dynamo Kiev, yang akan dimainkan di kota barat, Lviv.

Akhmetov adalah orang terkaya di Ukraina dan memiliki koneksi terkemuka di bagian timur negara itu, di mana perusahaannya mempekerjakan ratusan ribu orang.

Dia secara terbuka telah menentang para milisi pemberontak dan awal bulan ini meminta agar pasukan Ukraina tidak mengebom Donetsk.

Federasi Sepak Bola Ukraina belum memutuskan di mana Shakhtar akan memainkan laga-laga kandang sementara konflik terus berkecamuk. Akhmetov telah mengungkapkan keinginannya untuk berbasis di kota berbahasa mayoritas Rusia, Kharkiv, di sebelah timur laut.

”Kami tidak akan mengambil risiko dan tidak mungkin akan membawa pemain ke tempat yang berbahaya,” katanya.

Pusat kota Donetsk terletak sekitar 60 kilometer dari lokasi kecelakaan Malaysia Airlines MH17, yang ditembak jatuh pekan lalu dengan 298 orang di dalamnya.

Enam pemain yang tidak pulang-pulang adalah dua gelandang kunci asal Brasil Alex Teixeira dan Douglas Costa, serta striker Argentina Facundo Ferreyra. Anggota lainnya dari Brasil adalah Ismaily, Fred dan Dentinho.

“Saya berpikir para pemain ini akan kembali ke klub segera,” kata Akhmetov, menambahkan bahwa beberapa dari mereka bisa tiba hari ini dan bahwa klub tidak akan berusaha untuk menjualnya.

Pelatih Shakhtar Mircea Lucescu menuduh agen para pemain, Kia Joorabchian, berada di balik keputusan mereka untuk tinggal di Prancis.

Lucescu mengatakan kepada surat kabar Prancis L’Equipe bahwa Joorabchian, yang juga agen untuk penyerang Juventus Carlos Tevez, meyakinkan para pemain untuk tidak kembali ke Ukraina setelah memberitahu, mereka akan mampu untuk menandatangani kontrak baru dengan klub lain.

“Benar-benar skandal,” kata Lucescu.

“Dia mengambil keuntungan dari situasi itu untuk menculik mereka.”

Striker Argentina Sebastian Blanco juga menolak untuk kembali ke klub Ukraina lainnya, Metalist Kharkiv, menjelang musim baru, menurut laporan media lokal.

FIFA biasanya menjatuhkan hukuman berat pada kasus-kasus pelanggaran kontrak. Pemain bisa diskors selama empat bulan dan klub bisa menghadapi embargo transfer selama satu tahun yang mencegah mereka mendaftarkan setiap pemain baru.

Sebagai juara Ukraina, Shakhtar otomatis lolos ke babak penyisihan grup Liga Champions musim ini.

Premier League Ukraina dimulai pada hari Jumat nanti. Anggota liga telah dikurangi dari 16 tim menjadi 14 setelah dua klub Krimea mengundurkan diri pada akhir musim lalu menyusul aneksasi Rusia atas semenanjung tersebut.

Selain Shakhtar, tiga tim lainnya, yakni Metalurh Donetsk, Donetsk Olimpik dan Zorya Luhansk, juga berbasis di kota yang kini dikendalikan kaum pemberontak.

Mereka akan menggunakan stadion di kota-kota lain karena berkobarnya konflik antara pemberontak dan pemerintah pusat di Kiev.

Sebuah klub lain, Illichivets Mariupol, berbasis di kota yang diklaim oleh Republik Rakyat Donetsk tetapi masih di bawah kontrol pemerintah Ukraina.

Beberapa klub baru di Krimea telah dibentuk sejak pengambilalihan Rusia, tetapi belum dimasukkan ke dalam sistem liga Rusia.

Pekan lalu, UEFA mengumumkan akan menjaga agar klub Ukraina dan Rusia tidak bertanding satu sama lain ‘sampai pemberitahuan selanjutnya’ karena ketegangan yang berkembang ini.

Keputusan itu berarti bahwa Zenit St Petersburg dari Rusia dan klub Ukraina Dnipro Dnipropetrovsk tidak akan berada di grup kualifikasi yang sama dari Liga Champions.

Tapi UEFA mengatakan gejolak itu tidak akan mencegah pertandingan berlangsung di kandang Dnipro dan Chornomorets Odessa. UEFA juga mengatakan penilaian keamanan menunjukkan bahwa Lviv dan Kiev masih bisa terus menjadi tuan rumah pertandingan.