Tanpa Rasa Kasihan, Diego Maradona Seret Kekasihnya ke Pengadilan

4

Diego Maradona adalah bintang sepakbola Argentina di era 1980-an. Konon ia masih lebih besar daripada Lionel Messi karena berhasil membawa pulang trofi Piala Dunia. Namun untuk urusan hidup rumah tangga, sepertinya Lionel Messi jauh lebih tenteram daripada Maradona. Baru-baru ini Maradona menyeret kekasihnya, Rocio Oliva, ke pengadilan dengan tuduhan mencuri perhiasan senilai ratusan ribu US […]

Tanpa Rasa Kasihan, Diego Maradona Seret Kekasihnya ke Pengadilan - berita Internasional

Diego Maradona adalah bintang sepakbola Argentina di era 1980-an. Konon ia masih lebih besar daripada Lionel Messi karena berhasil membawa pulang trofi Piala Dunia. Namun untuk urusan hidup rumah tangga, sepertinya Lionel Messi jauh lebih tenteram daripada Maradona.

Baru-baru ini Maradona menyeret kekasihnya, Rocio Oliva, ke pengadilan dengan tuduhan mencuri perhiasan senilai ratusan ribu US Dollar (setara belasan milyar rupiah).

Maradona yang kini berusia 53 tahun itu mengatakan, Oliva mencuri barang senilai ratusan ribu dolar berupa jam tangan, anting-anting berlian dan perhiasan lainnya dari rumahnya di Dubai, di mana ia bekerja sebagai promotor olahraga dan di mana mereka berdua tinggal bersama di Palm Jumeirah, pulau buatan berbentuk seperti pohon palem.

Oliva telah membantah semua tuduhan itu dan menuding balik Maradona memukul dirinya.

Perempuan berusia 22 tahun itu ditangkap Rabu malam di bandara Ezeiza di Buenos Aires setelah Uni Emirat Arab mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya.

Mantan pacar Diego Maradona itu mengatakan pada hari Kamis, sang legenda sepakbola Argentina telah memasng perangkap bagi dirinya, dan menyangkal dia telah mencuri perhiasan dari rumah Dubai, selagi pengadilan Argentina melepaskannya dengan uang jaminan.

“Maradona menjebakku. Dia tahu aku tidak mengambil apa pun dari dia,” kata Rocio Oliva dengan suara serak saat ia meninggalkan gedung pengadilan Buenos Aires, di mana seorang hakim memberikan pembebasan bersyarat setelah resmi memasukkan tuduhan bahwa Oliva terlibat tindak pidana pencurian.

Pasangan itu terlihat di Rio de Janeiro bulan lalu, saat mana menurut majalah gosip mereka mencoba untuk memperbaiki segalanya.

Maradona berdalih, Oliva telah mengkhianati dia serta mencuri barang-barang darinya, dan meminta dia untuk mengembalikan semua miliknya.

“Jika dia mengembalikan barang-barang saya, masalahnya selesai,” katanya kepada acara TV Intrusos. Tapi jika tidak maka Oliva akan menghadapi ‘konsekuensi’, katanya bersumpah.

Maradona menceritakan bahwa masalah ini sudah berlangsung selama lima bulan terakhir.

Uni Emirat Arab, di mana Maradona mengajukan tuntutan terhadap Oliva, tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Argentina, kata pengacaranya, Jose Vera.

Dia menyebut ancaman ekstradisi sebagai “lebay” mengingat sifat dari tuduhan hanya menyangkut pencurian, dan menuding penangkapan dramatis kliennya disebabkan karena si penuduh memiliki ‘posisi penting’.