Ternyata Bekas Gigitan Suares Berbahaya!

  Striker Uruguay, Luis Suarez sukses menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini, dalam laga Grup D Piala Dunia 2014. Sakit sudah pasti dirasakan Chiellini. Ternyata bekas gigitan Suarez bisa berimplikasi jadi masalah kesehatan yang berbahaya. “Gigitan manusia bisa menjadi luka yang sangat berbahaya. Terlebih jika gigitan tersebut menembus kulit, bakteri akan masuk ke tubuh yang berpotensi […]

Internasional Piala Dunia  - Ternyata Bekas Gigitan Suares Berbahaya!

 

Striker Uruguay, Luis Suarez sukses menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini, dalam laga Grup D Piala Dunia 2014. Sakit sudah pasti dirasakan Chiellini. Ternyata bekas gigitan Suarez bisa berimplikasi jadi masalah kesehatan yang berbahaya.

“Gigitan manusia bisa menjadi luka yang sangat berbahaya. Terlebih jika gigitan tersebut menembus kulit, bakteri akan masuk ke tubuh yang berpotensi menimbulkan ancaman serius,” beber Profesor Stanislav Dusko Ehrlich dari Dental Institute of King College, London.

“Di mulut terdapat lebih 700 strain (turunan) bakteri. Lalu, dalam mulut manusia yang sehat terdapat 100 atau 200 strain,” tambah Ehrlich, sesuai rilis Daily Mail, Senin (07/07/2014).

Sebagian dari kita jelas sering berpikir bahwa gigitan manusia tak akan membahayakan. Bahkan aksi Suares sudah menjadi bahan olok-olokan Internasional. Tapi gigitan bisa menjadi masalah serius, Seperti yang dialami Wendy Thomas, seorang nenek dari Inggris.

Ya tidak ada yang menyangka bila gigitan bercanda dari sang cucu malah membuat jari Thomas terinfeksi bakteri streptokokus. Hal ini yang menyebabkan dirinya masuk rumah sakit selama 14 hari dan hampir kehilangan jari tersebut.

Tangan, menurut ahli bedah plastik Philip Geary, yang juga konsultan di Rumah Sakit Salisbury, paling rentan jika tergigit. Ada sedikit daging di sekitar sendi, gigi dengan mudah menembus lapisan pelindung syaraf dan ligamen.

Itulah yang terjadi pada Wendy. Bakteri tertinggal di bagian tersebut, sehingga infeksi yang terjadi terjebak dan tidak mudah disembuhkan karena aliran darah tak mampu membilas “racun” yang muncul.

Apakah Chiellini akan bernasib sama?