Ternyata Neymar Main Bola Tidak Pakai Otak

Para ilmuwan di Jepang telah mengukur aktivitas otak Neymar saat ia bermain sepak bola dan telah menemukan bahwa, dibandingkan dengan para pemain sepakbola amatir, ia menggunakan 10 persen lebih sedikit fungsi otaknya ketika melakukan tugas seperti memutar pergelangan kakinya.

Akvititas otak penyerang Brasil dan Barcelona itu direkam selama sebuah sesi latihan pada bulan Februari 2014, dan data itu dibandingkan dengan para pemain di tingkat yang lebih rendah di Spanyol, serta beberapa atlet lainnya dari olahraga yang berbeda.

Temuan mereka mendukung teori bahwa para pemain sekualitas Neymar berhutang banyak untuk naluri dan cara bermain secara alami, dengan otak hampir di level auto-pilot saat ia membuat keputusan-keputusan di lapangan bola.

Peneliti Eliichi Naito mengatakan kepada kantor berita AFP, “Dari gambar MRI kami menemukan aktivitas otak Neymar kurang dari 10 persen dari pemain amatir. Mungkin genetika menjadi faktor, dibantu oleh jenis pelatihan yang dilakukannya.”

Dan Naito juga menambahkan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jepang Mainichi Shimbun, “Berkurangnya aktivitas otak berarti berkurangnya beban, sehingga memungkinkan (pemain) untuk melakukan banyak gerakan kompleks sekaligus. Kami percaya ini memberinya kemampuan untuk menjalankan berbagai gerakan sulit khasnya.”

Meskipun tidak diuji, Naito juga mengharapkan orang-orang seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi akan mencatatkan tingkat yang sama dari aktivitas otak saat mereka bermain bola.

Neymar membuat kesan awal di Piala Dunia 2014 dengan empat gol, tapi cedera retak tulang punggung di perempatfinal mengakhiri karirnya di Piala Dunia, dan Brasil mengalami dua kekalahan beruntun vs Jerman dan Belanda.