Terungkap Alasan Pensiun Franck Ribery, Dia Takut Jarum Suntik

10

Rupanya alasan sesungguhnya Franck Ribery pensiun dari timnas Prancis adalah, dia takut jarum suntik. Dan dia meragukan seluruh metode perawatan yang dilakukan dokter tim nasional. Agen pemain Bayern Munich itu mengatakan, Ribery menjadi fokus perhatian yang tidak adil setelah dia menarik diri dari skuad Piala Dunia negaranya karena cedera. Sang agen mengungkapkan alasan sesungguhnya mengapa kliennya pensiun […]

Terungkap Alasan Pensiun Franck Ribery, Dia Takut Jarum Suntik - berita Internasional Liga Jerman

Rupanya alasan sesungguhnya Franck Ribery pensiun dari timnas Prancis adalah, dia takut jarum suntik. Dan dia meragukan seluruh metode perawatan yang dilakukan dokter tim nasional.

Agen pemain Bayern Munich itu mengatakan, Ribery menjadi fokus perhatian yang tidak adil setelah dia menarik diri dari skuad Piala Dunia negaranya karena cedera.

Sang agen mengungkapkan alasan sesungguhnya mengapa kliennya pensiun dari tugas internasional bersama tim nasional Perancis, tetapi membuka kemungkinan ia bisa kembali ke Les Bleus untuk turnamen Euro 2016.

Pemain berusia 31 tahun itu awalnya termasuk skuad inti negaranya untuk Piala Dunia musim panas ini di Brasil, tapi akhirnya terpaksa absen karena cedera punggung.

Pemain sayap ini kemudian kecewa dengan klaim yang muncul dari dokter tim nasional Kevin Le Gall bahwa ia telah menolak pengobatan apa pun karena takut jarum suntik, serta meragukan saran-saran yang telah diberikan oleh departemen medis Les Bleus.

Dia kemudian mengumumkan pensiun dari tim nasional pada tanggal 13 Agustus, mengatakan ia ingin berkonsentrasi pada karir klubnya, Bayern Munich, dan untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarganya.

“Dia membuat keputusan mundur itu karena ada perdebatan terus-menerus tentang dia,” kata Jean-Pierre Bernes, sang agen Ribery, kepada L’Equipe.

“Setelah keluar Piala Dunia muncul berita bahwa ia takut jarum suntik, bahwa Les Bleus bermain lebih baik tanpa dia. Ketika Anda mendengar semua itu maka Anda masuk dalam kerangka pikir negatif.”

“Franck adalah orang yang emosional. Saya yakin bahwa keputusannya adalah benar.”

“Tidak ada kesepakatan rahasia dengan pelatih Prancis Didier Deschamps bahwa Franck akan kembali,” tambahnya.

Pelatih timnas berusia 57 tahun itu memberi sinya bahwa pemain bintang itu bisa saja dibujuk untuk kembali bergabung demi Kejuaraan Eropa di tanah kelahirannya pada tahun 2016.

“Franck akan sangat emosional dalam dua tahun lagi,” ia melanjutkan. “Karena semua kemajuan yang dibuat harus dilakukan dengan emosi, kita akan melihat apa yang terjadi saat hari besar itu tiba. [Tapi] hari ini ia hanya peduli tentang saat kini.”