Terungkap, Pelatih Inggris Jadi Lebih Sering Murka ke Pemain

Perubahan tampak terjadi di lokasi latihan tim nasional Inggris di St George Park, kemarin. Latihan baru berjalan 10 menit ketika sang pelatih Roy Hodgson menghentikan sesi latihan, lalu berteriak, minta semua pemain lari lebih cepat dan berusaha lebih keras lagi. Bisa terdengar suaranya yang penuh amarah terlontar, minta skuadnya untuk mempercepat langkah dan usaha mereka. Mereka […]

Internasional Liga Inggris  - Terungkap, Pelatih Inggris Jadi Lebih Sering Murka ke Pemain
Perubahan tampak terjadi di lokasi latihan tim nasional Inggris di St George Park, kemarin.

Latihan baru berjalan 10 menit ketika sang pelatih Roy Hodgson menghentikan sesi latihan, lalu berteriak, minta semua pemain lari lebih cepat dan berusaha lebih keras lagi.

Bisa terdengar suaranya yang penuh amarah terlontar, minta skuadnya untuk mempercepat langkah dan usaha mereka.

Mereka sedang berusaha tampil lebih baik selagi menyiapkan laga kualifikasi Euro 2016 yang krusial Selasa dinihari WIB vs Swiss.

Dan tadi malam Jack Wilshere dan Gary Cahill mengungkapkan bagaimana Hodgson secara teratur meneriakkan amarahnya pada pemain jika ia merasa mereka tidak melakukan cukup baik.

Pada hari Rabu lalu, ia menunjukkan emosinya ketika ia marah pada kritik terhadap tim muda Inggris-nya setelah menang 1-0 pada laga persahabatan vs Norwegia di Wembley.

“Siapa pun yang mengata-ngatai tim hanya melakukan dua shot on target, dia itu goblok banget!” katanya.

Ditanya kapankah Hodgson telah menjadi paling marah, bek Chelsea Gary Cahill, yang absen latihan karena cedera pergelangan kaki, tetapi diharapkan akan fit untuk menghadapi Swiss mengatakan, “Hari ini paling marah.”

“Anda harus melakukan sesuatu ketika Anda sedang melatih, agar hal-hal menjadi seperti yang Anda harapkan.”

“Ketika dia kecewa pada sesuatu, terhadap skuad atau terhadap pelatihan, ia mengungkapkan pendapatnya dan marah.”

“Setelah Piala Dunia, semua orang akan mengharapkan untuk melihat reaksi (semacam ini) mulai dari sekarang sampai dua tahun ke depan.”

“Semua orang ingin menjadi lebih baik dan manajer pun demikian.”

“Ini adalah apa yang Anda lihat. Dia (pelatih Hodgson) menambahkan lebih banyak tekanan kepada para pemain yang akan turun ke lapangan, menambahkan lebih banyak tekanan bagi kita untuk berbuat lebih baik, dan hal itu bagus.”

“Sebelum Piala Dunia ketika babak kualifikasi dan sering menang dan mendapatkan hasil yang layak, kita semua berubah jadi santai.”

“Ketika sesuatu tidak berjalan terlalu baik Anda harus sedikit lebih terus terang dan ia menambahkan sedikit tambahan tekanan untuk skuad. Itu bagus.”

Gelandang Arsenal Jack Wilshere mengaku senang melihat Hodgson tetap gairah dan menjaga skuad tidak bersantai-santai, serta membela mereka ketika mereka dikritik.

“Saya suka itu,” kata Wilshere. “Bahkan dalam pertemuan tim kami, dia sama saja agresifnya.”

“Itu menyebabkan kita bersemangat. Dia itu sangat Inggris.”

“Dia melindungi kami. Kadang-kadang, ketika ia harus memberitahu kami (sesuatu), ia mengatakannya.”