Tiga Kejelian LVG di Piala Dunia

  • Gilabola Manchester United perlu membaca artikel ini. Calon manager musim ini di Old Trafford tersebut saat ini tengah menangani timnas Belanda. Dan berikut ini adalah tiga keputusan jeli Louis van Gaal (LVG) semasa turnamen Piala Dunia. Pertama, selama masa kualifikasi tim Oranje secara konsisten memainkan komposisi pemain 4-3-3, sistem tradisional mereka. Mengingat luar biasa cinta LVG untuk formasi itu, sulit untuk membayangkan Belanda […]

Internasional Liga Inggris Piala Dunia  - Tiga Kejelian LVG di Piala Dunia

Gilabola Manchester United perlu membaca artikel ini. Calon manager musim ini di Old Trafford tersebut saat ini tengah menangani timnas Belanda. Dan berikut ini adalah tiga keputusan jeli Louis van Gaal (LVG) semasa turnamen Piala Dunia.

Pertama, selama masa kualifikasi tim Oranje secara konsisten memainkan komposisi pemain 4-3-3, sistem tradisional mereka. Mengingat luar biasa cinta LVG untuk formasi itu, sulit untuk membayangkan Belanda bermain dengan cara lain. Namun, sesaat sebelum Piala Dunia, LVG mengejutkan teman dan pihak lawan dengan tiba-tiba beralih ke formasi 5-3-2.

Wajar jika ada pertanyaan, akankah formasi baru itu bekerja dengan baik? Terbukti di laga perdana Piala Dunia mereka, tim Oranje menghancurkan Spanyol dengan skor 5-1. Pada pertandingan ketiga melawan Cile, formasi 5-3-2 efektif lagi, menghancurkan lawan 2-0, dan Belanda menempati posisi puncak grup.

Kedua, memainkan Dirk Kuyt. Mantan pemain Feyenoord dan Liverpool itu bukan pemain paling menjanjikan atau paling berbakat dalam tim, tapi bakat kerajinannya yang dilihat dengan jeli oleh LVG.

Diturunkan pertama kali saat laga vs Chile, Kuyt terbukti bermanfaat. Ia mulai bermain sebagai bek sayap kiri. Namun belakangan ia juga bisa memainkan peran sebagai bek sayap kanan dan seorang penyerang. Kemampuannya untuk beralih peran menyebabkan LVG bisa mengubah-ubah taktik sepanjang permainan.

Ketiga, seperti sudah banyak dibahas sebelum ini, LVG memasukkan Tim Krul hanya beberapa detik sebelum babak perpanjangan waktu berakhir. Keputusan itu bukan hanya mengejutkan lawan tapi juga sesama pemain Belanda. Kiper Belanda yang diganti, Jasper Cillesen, murka akibat keputusan tersebut. Tapi terbukti keputusan itu berdampak besar. Tim Krul mampu menebak arah tendangan setiap pemain Kosta Rika, yang dipelajarinya dari video adu penalti negara itu saat berhadapan dengan Yunani.

Ada pula yang menganalisa bahwa keputusan penggantian kiper di detik-detik terakhir laga, sebelum adu penalti, itulah yang mengejutkan pihak lawan.