Berita Bola - Wenger Tuding Manchester City Curang Dalam Kasus Frank Lampard -
Kasus pinjaman Frank Lampard dari New York City FC ke Manchester City mulai digugat. Tidak kurang dari manager Arsenal Arsene Wenger mempertanyakan keputusan itu. Ia curiga ini merupakan bentuk kecurangan Manchester City dalam mengakali hukuman pembatasan transfer yang diderita klub itu karena melanggar Financial Fair Play tahun sebelumnya.

Mantan gelandang Chelsea Frank Lampard telah menyetujui kesepakatan pinjaman ke Etihad sampai Januari karena klubnya, New York City FC, belum akan memulai musim mereka sampai Maret 2015 mendatang. Lampard bisa saja turun menghadapi Arsenal di laga Community Shield, hari Minggu depan ini.

Arsenal Manajer Wenger mengaku terkejut dengan keputusan peminjaman Frank Lampard tersebut. Manager asal Prancis itu lalu mempertanyakan, apakah Manchester City, yang kini memiliki setengah dari franchise klub New York City FC, serta waralaba di Melbourne City FC dan Yokohama Marinos, akan menggunakan klub-klub lain mereka itu guna menyuplai pemain ke Etihad.

“Ini sebuah kejutan,” kata Wenger. “Begitu laporan itu muncul, sepertinya semua klub milik City ini akan menyuplai pemain ke klub utama.”

“Saya mendengar mereka ingin membeli lima klub di seluruh dunia. Saya tidak tahu apakah aturannya cukup baik (untuk mencegah hal itu).”

“Mereka membeli franchise New York untuk 100 juta US Dollar di Amerika guna bermain musim depan, dan saat ini pemain yang mereka tandatangani tidak bisa bermain sampai tahun depan.”

“Mereka akan mendaftarkan (pemain) di klub-klub di mana mereka bisa menempatkan mereka dan mereka (para pemain ini) bisa keluar dengan status pinjaman.”

“Apakah cara untuk mengakali fair play? Saya tidak tahu.”

Manchester City kini tengah menjalani hukuman pembekuan gaji selama dua tahun di skuad Liga Champions selama dua musim, serta pembatasan transfer senilai 49 juta pound karena melanggar aturan FFP (Financial Fair Play).

Wenger mengatakan, Arsenal tidak akan mengikuti cara Manchester City membeli waralaba klub di luar negeri.

Dia berkata: “Kami sangat senang mendedikasikan uang kami hanya untuk menjalankan klub karena tidak ada banyak kelebihan untuk membeli klub lain.”