Wow, Wayne Rooney Suka Banting Handphone Jika Marah

32

Rio Ferdinand, yang bergabung Queens Park Rangers musim panas ini setelah 12 tahun menjadi pemain yang setia di Old Trafford, meluncurkan otobiografinya bertajuk  #2Sides yang mengangkat cerita-cerita di balik karir merumputnya selama bersama The Red Devils. Ferdinand yang sempat bermain bersama Rooney selama 10 tahun, mengakui bahwa pemain itu memiliki kecenderungan untuk membanting dan menghancurkan handphonenya saat dengan marah. Bagian […]

Internasional Liga Inggris  - Wow, Wayne Rooney Suka Banting Handphone Jika Marah
Rio Ferdinand, yang bergabung Queens Park Rangers musim panas ini setelah 12 tahun menjadi pemain yang setia di Old Trafford, meluncurkan otobiografinya bertajuk  #2Sides yang mengangkat cerita-cerita di balik karir merumputnya selama bersama The Red Devils.

Ferdinand yang sempat bermain bersama Rooney selama 10 tahun, mengakui bahwa pemain itu memiliki kecenderungan untuk membanting dan menghancurkan handphonenya saat dengan marah.

Bagian demi bagian biografi yang dimuat secara serial di koran The Sun, Ferdinand mengatakan, “Saya selalu mendapat kesan Wayne Rooney sebagai seorang pemuda sangat pemarah, selalu berdebat dengan orang-orang di luar tempat latihan, khususnya melalui telepon.”

“Dia tampaknya selalu gampang murka untuk hal-hal kecil dan menyampaikan amarahnya itu melalui ponsel dengan mudahnya.”

“Ketika merasa frustrasi, Rooney menghancurkan ponsel, dilempar ke dinding.”

“Saya tidak tahu apa yang terjadi tapi dia tampak tenang sekarang.”

Di laga terakhir melawan mantan klubnya itu akhir pekan lalu, Ferdinand tidak mampu membantu QPR dari kekalahan 4-0.

Melalui bukunya yang sama, Ferdinand juga menyampaikan hal memalukan mengenai David Moyes, mantan manajer Manchester United yang hanya berkuasa selama 10 bulan.

“Ia mencoba untuk menciptakan sebuah visi, namun visinya tak jelas seperti apa,” kata Rio Ferdinand. “Secara tidak sengaja, ia menciptakan energi negatif di sini. Dengan Fergie, rasanya selalu positif. Kami selalu diajarkan untuk menghentikan tim lawan. Moyes ingin kami tidak kalah.”

“Inovasi Moyes justru membawa kami pada hal negatif dan kebingungan. Kebingungan terbesar adalah bagaimana ia ingin kami menyalurkan bola ke depan. Ia sering mengatakan bahwa kami harus bermain jauh. Bahkan beberapa pemain merasa mereka menendang bola terjauh sepanjang karir mereka.”

“Terkadang taktik utama kami adalah umpan jauh, tinggi, dan silang. Itu memalukan. Dalam suatu pertandingan kandang menghadapi Fulham, kami mencetak 81 umpan. Saya berpikir, kenapa kami melakukan ini?”

“Yang lainnya pun terasa aneh. Suatu ketika Moyes ingin kami melakukan banyak operan. Ia mengatakan: ‘Hari ini saya ingin kita melakukan 600 kali operan di pertandingan. Pekan lalu hanya 400′. Siapa yang peduli? Saya lebih baik mencetak 5 gol dari 10 operan.”

Pemain yang dulunya adalah andalan timnas Inggris ini mencatatkan 81 penampilan untuk negaranya. Ia merasa marah pada Moyes yang memutuskan bahwa dirinya tidak akan bermain.

“Itu menyakiti saya,” katanya. “Dalam hati saya ingin berteriak dan mencekiknya. Saya adalah pemain dalam tim, jadi saya harus menggigit lidah saya dan berdiri di sana. Namun itu adalah masa-masa terburuk yang saya alami di United. Saya tak pernah dilupakan di pertandingan besar seperti itu, dan ia melakukannya itu pada saya di depan semua orang.”