Yaya Toure Gagal Menang Karena Berkulit Gelap?

3

Yaya Toure disebut-sebut gagal memenangkan berbagai penghargaan individual di dunia sepakbola karena dewan juri selalu mempertimbangkan kulitnya yang berwarna gelap. Hal itu diutarakan oleh agen Yaya Toure, Dmitri Seluk. Dmitri Seluk mengatakan, pemain asal Pantai Gading itu seharusnya menduduki ranking lebih tinggi daripada tempat ketiga di penghargaan Pemain Terbaik PFA dan FWA, dan lebih tinggi dari […]

Yaya Toure Gagal Menang Karena Berkulit Gelap? - berita Internasional Liga Inggris

Yaya Toure disebut-sebut gagal memenangkan berbagai penghargaan individual di dunia sepakbola karena dewan juri selalu mempertimbangkan kulitnya yang berwarna gelap. Hal itu diutarakan oleh agen Yaya Toure, Dmitri Seluk.

Dmitri Seluk mengatakan, pemain asal Pantai Gading itu seharusnya menduduki ranking lebih tinggi daripada tempat ketiga di penghargaan Pemain Terbaik PFA dan FWA, dan lebih tinggi dari posisi ke-12 di hasil voting Ballon d’Or, jika ia berkulit putih.

Toure kalah di kedua penghargaan berbasis Liga Inggris itu oleh Luis Suarez, sementara Eden Hazard dan Steven Gerrard menduduki posisi kedua masing-masing di PFA dan FWA.

PFA singkatan dari Professional Footballers’ Association, atau asosiasi pesepakbola profesional (bayaran). Sedangkan FWA singkatan dari Football Writers’ Association, atau asosiasi penulis sepakbola. Keduanya merupakan penghargaan untuk pemain yang merumput di Liga Inggris.

Pemilihan untuk Pemain Terbaik versi PFA dilakukan sesama pemain. Masing-masing pemain menetapkan dua nama. yang terbanyak disebut terpilih sebagai pemenang. Sedangkan pemenang Pemain Terbaik versi FWA ditetapkan berdasarkan suara terbanyak dari 400-an wartawan bola Inggris yang tergabung di organisasi FWA tersebut. 

Seluk mengatakan kepada koran The Times: “Jika dia berkulit putih, 100 persen dia akan memenangkan salah satu penghargaan tertinggi tersebut.”

“Saya tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang rasisme atau politik sepak bola, tapi dia tidak mendapatkan pujian yang seharusnya dia dapatkan.”

“Yaya sudah tiga kali berturut-turut memenangkan gelar Pemain Terbaik Afrika, tetapi tidak demikian dengan penghargaan lainnya.”

“Saya setuju dengan Jose Mourinho ketika dia mengatakan, Pemain Terbaik seharusnya datang dari klub yang memenangkan gelar. Saya punya banyak rasa hormat untuk Suarez dan Gerrard, tapi apa yang Yaya lakukan dari lini tengah, tidak sering seorang pemain bisa melakukannya.”

“Siapa tim terbaik tahun ini? Manchester City. Siapa pemain terbaik mereka?  Toure. Gerrard benar-benar baik tapi Liverpool hanya finish urutan kedua di liga, dan Yaya adalah ketiga (dalam pemungutan suara FWA).”

Cristiano Ronaldo memenangkan Ballon d’Or di atas Lionel Messi dan Franck Ribery. Untuk topik itu Seluk menambahkan: “Dia sedikit marah tentang situasi ini. Messi adalah pemain top dalam sejarah sepakbola dan saya menghormati Ronaldo dan Ribery banyak. Yaya menghormati semua pemain. Tapi untuk seorang pemain Afrika, dalam penghargaan ini sulit (menang). FIFA perlu mengubah sesuatu “.

Seluk juga menolak untuk menjamin kliennya akan tetap di City musim panas ini, di tengah banyak spekulasi bahwa ia telah perang mulut dengan banyak pejabat klub, dan bisa meninggalkan klub sewaktu-waktu.

Dia berkata:” Jika sebuah klub penting seperti PSG (Paris St Germain) atau Real Madrid membuat tawaran besar, maka itu terserah kepada Manchester City untuk memutuskan.”