Mantan Pemain Bintang Manchester United Diseret ke Pengadilan

Seorang mantan pemain bintang Manchester United diseret ke pengadilan setelah mengancam akan meledakkan rumah mantan pacarnya. Ancaman dan berbagai jenis pelecehan […]

Morissan

Seorang mantan pemain bintang Manchester United diseret ke pengadilan setelah mengancam akan meledakkan rumah mantan pacarnya. Ancaman dan berbagai jenis pelecehan lainnya sudah berlangsung selama empat tahun terakhir, kata sebuah pengadilan di Manchester, Inggris.

Anggota timnas U-21 Inggris Ravel Morrison juga dituduh mengancam akan melempar cairan air keras kepada pacar19 tahunnya, Reah Mansoor, dan melontarkan pula ancaman pembunuhan.

Mantan gelandang Manchester United itu muncul di Manchester Crown Court pada sidang pendahuluan di mana tuduhan-tuduhan itu diperdengarkan.

Morisson Reah Mansoor

Pemain berusia 21 tahun itu, yang baru saja dalam skema pinjaman untuk Queens Park Rangers dan sekarang bermain untuk West Ham, awalnya ditangkap dan didakwa dengan dua tuduhan penyerangan umum.

Penangkapannya terjadi setelah ia diduga memukul dan menampar Reah Mansoor dan ibunya, Parveen Mansoor, 39 tahun, pada dinihari 27 Juli di Salford.

Selain tuduhan penyerangan, ia juga dituduh menyebabkan mantan pacarnya takut bahwa tindak kekerasan akan digunakan terhadap dirinya selama periode 1 Januari 2010 hingga 20 Juli tahun ini.

Surat tuduhan yang dibacakan menuding dia mengancam untuk menyiram cairan asam ke wajah pacarnya, meledakkan rumahnya,  membuatnya terbunuh dan ancaman kekerasan lainnya.

Morrison berbicara hanya untuk mengkonfirmasi nama, umurnya, dan alamat tempat tinggalnya.

David Fish QC, mewakili Morrison, mengatakan kliennya menyatakan tidak bersalah atas tuduhan-tuduhan itu.

Morrison diminta oleh Hakim Distrik Khalid Qureshi untuk tampil di Manchester Crown Court untuk sidang pendahuluan pada tanggal 28 Agustus.

Pemain sepakbola asal Manchester itu sebelumnya masuk dalam tahanan selama sepekan terakhir setelah dia ditangkap pekan lalu, sebelum dilepaskan dengan jaminan.

Pembebasannya disertai dengan syarat bahwa ia harus tetap tinggal di Canary Wharf, London, tidak boleh menghubungi dua pengadu perempuan itu secara langsung ataupun tidak langsung, dan tidak boleh pergi ke jalan di mana mereka tinggal di Salford, pinggrian Metropolitan Manchester.

Dia diberitahu juga bahwa ia tidak boleh memasuki kawasan Metropolitan Manchester kecuali untuk muncul ke depan pengadilan, untuk menemui pengacaranya, atau untuk berkunjung dalam rangka laga West Ham di daerah itu dan, kalau pun ada laga, dia harus seesegera mungkin kembali ke London setelah pertandingan.

Sepakbola.cc