Mario Balotelli Dikartukuning Dapatkan Kecaman

Momen saat Mario Balotelli kena kartu kuning.
Momen saat Mario Balotelli kena kartu kuning.

Organisasi Kick It Out menilai kartu kuning yang diterima Mario Balotelli karena melaporkan terjadi aksi rasisme sebagai tindakan yang tidak bisa diterima.

Penyerang asal Italia itu dikartukuning wasit Nicolas Rainville di menit 74 kala Nice sedang unggul kontra Dijon di Municipal Gaston Gerard, Minggu (11/02) WIB kemarin.

Sayangnya skuad asuhan Lucien Favre itu harus kebobolan dua gol dalam tempo enam menit sehingga kehilangan tiga poin di kandang lawan.

Akan tetapi pemberian kartu kuning kepada Balotelli dianggap janggal sebab kala itu striker bengal tersebut tidak melakukan pelanggaran apapun, selain melaporkan adanya sikap rasisme dari tribun penonton.

“Mario Balotelli diberikan kartu kuning, setelah…merasa terganggu dengan penghinaan bernada rasial dari publik,” bunyi cuitan akun Twitter Nice kala itu.

Advertisement

Menanggapi kartu kuning tersebut, organisasi Kick It Out yang memerangi aksi rasisme di sepak bola menganggap keputusan wasit Rainville tidak masuk akal.

“Kick It Out merasa kaget melihat Mario Balotelli diberikartu karena berusaha menarik perhatian wasit terhadap nyanyian bernada rasis yang ditujukan kepadanya oleh para suporter Dijon,” bunyi pernyataan resminya.

“Ini tidak bisa diterima dan salah untuk melihat seorang ofisial pertandingan gagal menerapkan protokol UEFA yang telah diterapkan selama bertahun-tahun, yang seharusnya menghentikan laga untuk menghadapi para pelaku.”

“Walau Kick It Out hanya terbatas kepada sepak bola Inggris, organisasi telah menghubungi jejaring anti diskriminasi Football Against Racism di Eropa [FARE] untuk melihat aksi apa yang akan diberikan kepada wasit Liga Perancis ini.”

“Organisasi berharap adanya respon keras dari otoritas sepak bola Perancis dalam tuduhan nyanyian bernada rasis dari para fans Dijon dan kegagalan wasit untuk mengikuti protokol yang ada demi menghadapi aksi tersebut, serta menegaskan apa yang Balotelli rasakan sebagai korban dengan memberikan kartu hanya karena meminta ofisial pertandingan untuk melakukan tugasnya.”