Pemain dan Ofisial Diserang, Glasgow Rangers Enggan Disalahkan

  • Glasgow Rangers FC meminta dilakukan penyelidikan independen secara penuh atas insiden memalukan di partai final Piala Skotlandia, Sabtu (21/5).

Glasgow Rangers FC meminta dilakukan penyelidikan independen secara penuh atas insiden memalukan di partai final Piala Skotlandia, Sabtu (21/5).

Seperti diberitakan sebelumnya, di laga yang mempertemukan Rangers melawan Hibernian FC itu terjadi kerusuhan usai laga berakhir.

Para suporter Hibernian terlalu bersemangat di perayaan keberhasilan menjadi juara Piala Skotlandia, dimana terakhir kali mereka menjuarainya pada tahun 1902.

Di laga tersebut, pihak keamanan langsung turun tangan dengan mengeluarkan divisi berkuda untuk menenangkan dan mengontrol kerumunan massa The Hibs di Stadion Hampden.

Para suporter Hibernian memasuki lapangan dan dikabarkan terjadi pemukulan kepada para pemain dan staff Rangers.

Karena kerusuhan ini, tidak adanya tradisi mengelili lapangan dari Hibernian dan juga pengalungan medali bagi Rangers.

Dalam pernyataan resminya, Glasgow Rangers melihat tidak adanya hukuman yang diberikan kepada pelaku kekerasan, baik oleh Federasi Sepak Bola Skotlandia atau pun Hibernian.

Selain itu The Gers pun menuduh otoritas sepak bola mencoba mencuci tangan dari insiden.

“Kami tidak dikontak oleh Hibernian usai insiden tersebut, mengenai siapa-siapa saja yang diserang oleh suporter klub mereka.”

“Yang terjadi pada Sabtu tidak dapat dan tidak seharusnya terjadi dalam perayaan. Hal tersebut merupakan penghinaan bagi Rangers, suporter kami dan individual yang merasa terintimidasi dan diserang,” tulisnya.

Pernyataan resmi Rangers lainnya adalah mempertanyakan kegagalan pengaturan keamanan yang dilakukan Federasi.

Pihak Glasgow Rangers pun sadar jika sebagian kecil suporternya turut serta memasuki lapangan, namun mereka membantah sebab adanya “provokasi berkepanjangan dan kejam dan untuk melindungi pemain dan ofisial kami yang terang-terangan diserang di depan mata mereka.”

“Diharapkan semua klub sepak bola Skotlandia memiliki pandangan yang sama dengan Rangers, dimana setiap tindakan yang menyalahkan suporter kami bertindak memalukan kasar, dimana para pemain dan fans terancam keamanannya, tidak akan diterima atau ditoleransi oleh Rangers,” ancam klub yang musim depan kembali ke kasta tertinggi Liga Skotlandia.