Pemerintah Qatar Bersiap Beli Klub Bola Yahudi Ini, Tapi Ada Banyak Hambatan

Dari semua pemegang saham utama di klub-klub Premier League, hanya Manchester City, Chelsea dan Newcastle United yang memiliki bos pemilik klub lebih kaya […]

Pemerintah Qatar Bersiap Beli Klub Bola Yahudi Ini, Tapi Ada Banyak Hambatan

Dari semua pemegang saham utama di klub-klub Premier League, hanya Manchester City, Chelsea dan Newcastle United yang memiliki bos pemilik klub lebih kaya dari Tottenham Hotspur.

Joe Lewis yang memiliki lebih dari 70% saham dari klub London utara itu memiliki kekayaan lebih dari Rp 90 Trilyun, dibandingkan dengan Rp 81 Trilyun dari keluarga Glazer (Manchester United) dan Rp 74 Trilyun dari Stan Kroenke (Arsenal).

Namun, karena Joe Lewis selaku pemilik Tottenham melihat klub ini sebagai sebuah akuisisi bisnis yang harus membuat keuntungan, dan bukan untuk menciptakan satu kekuatan super di Eropa, maka itu menyebabkan klub ini mengalami stagnasi dan kemunduran dari sisi prestasi.

Laporan-laporan tahun lalu menyatakan bahwa klub London utara itu akan dijual di angka Rp 20 Trilyun. Dengan angka segitu tidak akan ada banya calon pembei. Hanya ada beberapa pihak yang dianggap mampu membeli Spurs, di antaranya adalah pemerintah Qatar.

Sama seperti yang telah ditunjukkan oleh investasi Qatar di Pris Saint-Germain di Prancis, tujuan pembelian mereka adalah untuk membuat klub dengan waralaba, mirip skema bisnis Manchester City dan klub mitra mereka New York City FC serta  Melbourne City FC, yang telah menarik para pemain berbakat seperti David Villa dan Frank Lampard.

Klub PSG itu dibeli hanya sebesar Rp 1,45 Trilyun tapi investasi besar-besaran dalam bentuk pemain bintang telah menyebabkan munculnya harapan bahwa manajer Laurent Blanc dapat membawa PSG merebut trofi Eropa pada tahun 2016, dan berhasil menyelesaikan rencana lima tahunan yang sudah dirancang saat pembelian.

Jika pemerintah Qatar jadi membeli Tottenham Hotspur, klub yang dikenal memiliki latar belakang Yahudi, maka akan muncul sejumlah hambatan.

Klik di sini untuk melihat daftar klub-klub dengan latar belakang Yahudi.

Menurut aturan, klub Premier League tidak dapat memiliki seorang pemegang saham yang sudah memiliki lebih dari 9,9% saham dari tim Premier League.

Di saat yang bersamaan ada undang-undang yang mencegah pemilik yang sama untuk memiliki lebih dari satu klub di kompetisi Eropa yang sama. Qatar Sports Investments sudah memiliki Paris Saint-Germain, dan Nasser Al-Khelaifi bertindak selaku presiden klub Prancis itu.

Hukum ini terbukti telah menjadi batu sandungan bagi Mike Ashley yang telah mencoba untuk memperbesar pengaruhnya di Rangers, sementara ia sudah memiliki Newcastle United.

Tidak diragukan lagi bahwa pejabat Qatar akan menemukan cara untuk mengakali peraturan itu, mencari nama lain untuk memimpin konsorsium di Tottenham Hotspur yang dapat memungkinkan kedua belah pihak untuk bersaing satu sama lain di Liga Champions.

Pemerintah Qatar Bersiap Beli Klub Bola Yahudi Ini, Tapi Ada Banyak Hambatan

Hambatan lainnya adalah soal Financial Fair Play. Bagaimana cara Tottenham bisa mendanai sebuah revolusi seperti yang Manchester City lakukan?

Kemungkinannya adalah antara lain dari peningkatan dana hak siar televisi yang akan memberikan klub London utara itu sejumlah keuntungan, selain juga ada pembicaraan tentang waralaba NFL di stadion kandang baru Spurs dengan 56.000 tempat duduk yang selanjutnya bisa memikat pemilik Qatar itu untuk berinvestasi.

Kalau pun ini gagal, Tottenham bisa mengandalkan penjualan jersey sponsor dan hak penamaan stadion. Di PSG, papan Qatar Tourism membayar klub sekitar Rp 2,9 Trilyun per tahun, meskipun jumlah ini diselidiki oleh UEFA karena dianggap tidak cocok dengan jumlah uang kesepakatan pembelian PSG.

Pemilik klub Paris itu juga sekaligus memiliki Bien Sport yang menyiarkan siaran langsung sepakbola, sehingga ada pendanaan tambahan lain dari jalan ini. Jika semua itu gagal, hak penamaan untuk stadion Tottenham yang baru bisa dilelang untuk membuat uang ekstra.

Qatar Airways juga masih bisa berinvestasi di Tottenham. Kalau pun tidak maka pemerintah Qatar juga ingin menaikkan profil mereka di mata dunia dan Barat menjelang Piala Dunia 2022, dan bisa saja mengambil hak ganda sponsor stadion dan jersey.

Sama seperti proyek-proyek sosial bermunculan untuk masyarakat di sekitar stadion PSG, bisa ditebak nanti juga bakal ada proyek kemanusiaan semacamnya di sekitar lokasi stadion Tottenham di London. Hal ini menciptakan citra positif bagi pejabat Qatar, juga membantu memperkuat komunikasi internasional bangsa teluk itu ke dunia Barat, sesuatu yang sangat dibutuhkan menjelang Piala Dunia 2022.

Al Ani, Menteri Olahraga di Qatar, mengatakan kepada The Sun lebih dari satu bulan yang lalu, “Tentu saja Qatar ingin memiliki klub Premier League. Seratus persen!”

“Di sini, di Qatar kami sangat, sangat ahli dalam mengambil alih sesuatu dan kemudian benar-benar mengubahnya menjadi sesuatu yang sangat, sangat baik. Bahkan jika sudah baik pun kami bawa selangkah lebih jauh.”

“Secara pribadi, saya suka Liga Primer Inggris. Ketika saya masih muda saya punya kausnya. Saya suka semua kaus dari Tottenham dan saya punya dua dari mereka.”

Tapi bagaimana kepemilikan Qatar berpotensi mempengaruhi Premier League?

Tentu saja akan ada satu klub lagi yang berpotensi membawa masuk banyak bakat kelas dunia dan menciptakan satu lagi klub penantang trofi Liga Inggris. Tottenham juga berinvestasi dengan harapan akan menjadi pelanggan tetap Liga Champions.

Antara pendapatan Tottenham, Liverpool, Arsenal dan Chelsea, ada selisih lebih dari Rp 2,4 Trilyun antara Spurs klub-klub urutan atas Liga Premier saat ini.

Tetapi ketika Anda mempertimbangkan perluasan potensial yang dihasilkan dari stadion baru, hak penamaan stadion dan tidak adanya Liga Champions untuk Tottenham, faktor-faktor ini bisa menciptakan stabilitas ekonomi jangka panjang untuk sebuah klub yang sering kurang berprestasi. Jika ini dilakukan secara konsisten maka keuntungan ekonomi itu bisa membantu Tottenham membobol kekayaan Liga Champions dan bahkan mungkin gelar Premier League.

 

Sepakbola.cc