Seberapa Berbahayakah Malaga Bagi Real Madrid?

Minggu dinihari WIB, Real Madrid tandang ke Malaga di La Rosaleda yang merupakan laga terberat yang tersisa pada tahun 2014 ini untuk sang pemuncak La Liga. Malaga saat ini ada di ranking ke-6 di klasemen sementara La Liga, hanya 9 poin di belakang Real Madrid. Sebuah kemenangan pada hari Minggu dinihari WIB akan bisa melontarkan mereka ke zona Liga Champions. […]

Minggu dinihari WIB, Real Madrid tandang ke Malaga di La Rosaleda yang merupakan laga terberat yang tersisa pada tahun 2014 ini untuk sang pemuncak La Liga.

Malaga saat ini ada di ranking ke-6 di klasemen sementara La Liga, hanya 9 poin di belakang Real Madrid. Sebuah kemenangan pada hari Minggu dinihari WIB akan bisa melontarkan mereka ke zona Liga Champions. Namun Real Madrid di sisi lain perlu menang untuk setidaknya menjaga selisih 2 poin yang menjauhkan mereka dari pesaing-pesaing terdekat di klasemen.

Adalah aman untuk mengatakan bahwa ini akan menjadi ujian yang sesungguhnya dan ada kemungkinan untuk menghentikan rangkaian 15 kemenangan beruntun Real Madrid di semua jenis kompetisi.

Fakta bahwa Real Madrid bermain tandang ke Basel pada ajang Liga Champions hanya pada Rabu lalu membuat perjalanan ini menjadi lebih sulit bagi klub ibukota.

Menurut catatan historis, Malaga tidak menimbulkan banyak ancaman bagi Real Madrid dengan hanya satu kemenangan bagi Malaga di 9 pertemuan terakhir di La Rosaleda.

Namun, dengan penampilan mengesankan Malaga akhir-akhir ini, termasuk kemenangan beruntun lima laga di La Liga yang baru saja berakhir pekan lalu (dengan kekalahan di Atletico), banyak yang berpikir bahwa momentum Malaga belum akan berhenti.

Calderon memang terbukti sulit untuk klub manapun di dunia sehingga kekalahan di sana tidak mengecilkan fakta bahwa Malaga telah menjaga hasil yang lumayan dari minggu ke minggu.

Malaga dikenal dengan gaya permainan sepakbola fisik yang keras. Bisa dilihat dari catatan pertemuan kedua belah pihak sejauh ini menghasilkan 26 kartu kuning dan 3 merah hanya dalam enam pertemuan terakhir di semua jenis kompetisi.

Sudah bisa diduga tuan rumah akan mengambil alih permainan sesegera mungkin dan dalam kecepatan tinggi. Pasukan Ancelotti perlu mematikan inisiatif tim tuan rumah itu serta mencoba untuk mengambil kendali pertandingan secepat mungkin dan selama mungkin.

Mantan pemain bintang Malaga, Isco, mungkin adalah orang yang paling sempurna untuk pekerjaan itu karena ia telah ikut turun bermain baru-baru ini dalam kemitraan lini tengah bersama dengan Toni Kroos. Isco sejauh ini telah menampilkan keterampilannya defensifnya dalam dua pertandingan terakhir guna mengisi posisi Modric yang cedera.

Hubungannya dengan Toni Kroos dan kemampuan berduet bersama Cristiano untuk menerobos pertahanan Malaga yang kompak akan menjadi dua aspek yang paling penting dalam memastikan kemenangan untuk Real Madrid.

Jika itu terjadi maka Carlo Ancelotti boleh tertawa. Ia akan tercatat sebagai manajer pertama yang mencatatkan 16 kemenangan beruntung di semua jenis kompetisi bagi Real Madrid, mengalahkan rekor 15 laga yang dipegang Jose Mourinho dan Miguel Munoz.

Sepakbola.cc