Sesudah Kalah 61 Kali, Tim Ini Bisa Draw. Lihat Respons Pemainnya

43

Beginilah respons sebuah tim yang sudah mengalami kekalahan sebanyak 61 kali berturut-turut. Ketika akhirnya mereka berhasil memaksakan draw dan meraih poin 1, kegembiraannya luar biasa. Lihat videonya di bagian paling bawah. Kekalahan beruntun itu berakhir pada Minggu dinihari WIB. San Marino, sebuah negara mini di dalam wilayah Italia, telah kehilangan 61 pertandingan berturut-turut, tetapi mereka berhasil […]

Beginilah respons sebuah tim yang sudah mengalami kekalahan sebanyak 61 kali berturut-turut. Ketika akhirnya mereka berhasil memaksakan draw dan meraih poin 1, kegembiraannya luar biasa. Lihat videonya di bagian paling bawah.

Kekalahan beruntun itu berakhir pada Minggu dinihari WIB.

San Marino, sebuah negara mini di dalam wilayah Italia, telah kehilangan 61 pertandingan berturut-turut, tetapi mereka berhasil menghentikannya dengan hasil imbang 0-0 di kandang sendiri melawan Estonia.

Mengingat Estonia hanya kalah 1-0 vs Inggris pada bulan Oktober dan juga menang dengan skor sama vs Slovenia pada bulan September, ini adalah hasil yang agak mengesankan untuk San Marino.

Ini juga merupakan rekor baru. Pertama kalinya San Marino berhasil meraih poin di kualifikasi Piala Eropa, sehingga Anda dapat memahami mengapa pemain mereka merayakan seolah-olah mereka sudah jadi juara dunia.

San Marino tercatat sebagai negara terkecil kelima di dunia. Penduduknya hanya 32 ribu orang dan memiliki luas 62 km persegi saja. Itu berarti sekitar 8×8 km saja panjang dan lebarnya. Kurang lebih dari kilometer 0 jalan tol Cawang sampai ke pintu tol Cibubur.

Posisinya ada di sebuah pegunungan di dalam wilayah Italia. Kalau kamu penggemar F1 mungkin tahu bahwa salah satu seri balapan F1 dilakukan di San Marino. Negara ini mungil tapi memiliki permukaan yang berbeda-beda. Tertinggi 755 meter, terendah 55 meter.