Sir Alex Ferguson Turun Gunung, Suarakan Kegalauan. Soal Apa?

Manajer Manchester United paling sukses Sir Alex Ferguson memiliki kekhawatiran besar atas hasrat klub untuk terus menghabiskan banyak uang guna mencapai kesuksesan instan. Ferguson bekerja tanpa lelah selama seperempat abad lebih untuk membuat kisah sukses terbesar di Liga Premier, namun saat ini ia dilaporkan semakin khawatir bahwa usaha mereka mengembangkan bakat-bakat junior klub dirusak oleh pendekatan transfer pemain demi […]

Berita Liga Inggris  - Sir Alex Ferguson Turun Gunung, Suarakan Kegalauan. Soal Apa?

Manajer Manchester United paling sukses Sir Alex Ferguson memiliki kekhawatiran besar atas hasrat klub untuk terus menghabiskan banyak uang guna mencapai kesuksesan instan.

Ferguson bekerja tanpa lelah selama seperempat abad lebih untuk membuat kisah sukses terbesar di Liga Premier, namun saat ini ia dilaporkan semakin khawatir bahwa usaha mereka mengembangkan bakat-bakat junior klub dirusak oleh pendekatan transfer pemain demi kesuksesan instan itu.

Man United menghabiskan duit sebesar Rp 2,87 Trilyun musim panas lalu dan siap untuk menghabiskan lebih banyak lagi demi sejumlah bintang kelas dunia musim panas mendatang. Hal ini sungguh kontras dengan cara Ferguson membangun sukses timnya saat berada di Old Trafford, membangun bakat-bakat muda secara perlahan.

Daily Mail melaporkan bahwa kegalauan Ferguson tentang belanja foya-foya United itu sama sekali tidak terarah pada kepala pelatih Red Devils Louis van Gaal. Pelatih Skotlandia itu dikenal sangat menghargai, dan berpikir LVG adalah orang yang tepat untuk membawa kemajuan bagi United.

Ferguson agak lebih marah kepada hirarki klub paling atas. Keputusasaan mereka untuk segera kembali ke zona Liga Champions telah menyebabkan jalan bagi anak-anak remaja United untuk menerobos masuk dan mencoba meniru Class 92 menjadi mayoritas tim pertama akan terhalang.

Sejauh ini kekecewaan Ferguson masih disimpannya sendiri, tetapi rasa frustrasi dapat tumbuh cukup besar pada saat musim panas mendatang. Itu karena United siap untuk melakukan belanja besar lagi di bursa transfer akhir musim dengan anggaran yang melebihi Rp 1,9 Trilyun.

Kevin Strootman, Mats Hummels dan Mario Gotze adalah nama-nama bintang yang dihubungkan dengan kepindahan ke Theatre of Dreams, setelah United memutuskan mereka tidak akan mampu menunggu lebih lama lagi bagi para pemain bintang di skuad mereka untuk membaik.

Sudah jelas bahwa Man United hampir tak bisa dikenali lagi dari tim terakhir yang ditinggalkan Ferguson di belakang, baik dari segi hasil maupun filosofi klub, yang telah memutuskan untuk melenturkan otot-otot keuangan selama beberapa tahun ke depan.