Barcelona jadi bulan-bulanan media Madrid

Kalah di semifinal Champions vs Chelsea, serta dikalahkan musuh bebuyutannya Real Madrid di kandangnya, Camp Nou, menyebabkan tim Catalan itu jadi bulan-bulanan media Madrid. Sebuah koran menulis, “Neraka di Camp Nou”, plus catatan tambahan seperti “Sang juara dikalahkan Chelsea yang bermain dengan 10 orang”, serta “Tiga hari paling jelek dalam era Guardiola”. Seperti diketahui rivalitas […]

Kalah di semifinal Champions vs Chelsea, serta dikalahkan musuh bebuyutannya Real Madrid di kandangnya, Camp Nou, menyebabkan tim Catalan itu jadi bulan-bulanan media Madrid.

Sebuah koran menulis, “Neraka di Camp Nou”, plus catatan tambahan seperti “Sang juara dikalahkan Chelsea yang bermain dengan 10 orang”, serta “Tiga hari paling jelek dalam era Guardiola”.

Seperti diketahui rivalitas antara Barcelona dan Real Madrid buan saja melulu soal bola, tapi juga politik. Real Madrid mewakili pemerintahan pusat Spanyol. Sementara Barcelona di sisi timur negara itu mewakili etnis Catalan yang sejak dulu ingin merdeka dari pemerintahan Madrid. Jadi rivalitas antara kedua lebih dari sekedar sepakbola.

Koran lain lagi menulis “Kekalahan menyakitkan di Camp Nou”, serta “Apakah ini akhir dari sebuah era keemasan?”

Sementara sebuah media yang terbit di Barcelona memiliki sudut pandang yang lebih simpatik, “Sepakbola tengah menghukum Barca.”

Anakbuah Roberto Di Matteo bangkit dari ketertinggalan 2-0 di kandang Barcelona. Dengan modal 10 pemain saja karena kapten John Terry diusir keluar lapangan, mereka membalikkan keadaan skor 2-2, salah satunya hasil sepakan Fernando Torres di injury time.