Barcelona Bertekad Melawan Denda UEFA

Barcelona telah bersumpah untuk menggunakan segala cara hukum yang tersedia untuk melawan denda kedua yang akan dijatuhkan oleh UEFA setelah fans pro-kemerdekaan mengibarkan bendera Catalan selama laga Liga Champions vs Bayer Leverkusen.

Liga Spanyol  - Barcelona Bertekad Melawan Denda UEFA

Berita Bola : Barcelona telah bersumpah untuk menggunakan segala cara hukum yang tersedia untuk melawan denda kedua yang akan dijatuhkan oleh UEFA setelah fans pro-kemerdekaan mengibarkan bendera Catalan selama laga Liga Champions vs Bayer Leverkusen.

Barcelona sudah pernah dijatuhi didenda Rp 480 juta oleh badan sepak bola yang berbasis di Swiss itu pada bulan Juli setelah pendukung melambaikan bendera, yang dikenal sebagai Esteladas, dan meneriakkan slogan-slogan pro-kemerdekaan di final Liga Champions di Berlin.

Badan Kontrol, Etika dan Disiplin UEFA menuding klub itu telah melanggar peraturan yang “melarang penggunaan gerak tubuh, kata-kata, benda atau cara lain untuk mengirimkan pesan yang tidak cocok untuk acara olahraga, terutama pesan yang bersifat politik, ideologi, agama, menyinggung atau provokatif.”

Jordi Mestre, wakil presiden Barcelona, mengatakan pada hari Senin bahwa klub akan mengajukan banding terhadap sanksi UEFA terbaru senilai Rp 600 juta dan akan melakukan perlawanan hukum mereka ke Pengadilan HAM Eropa di Strasbourg jika diperlukan.

“Kami akan mengajukan banding ke UEFA, ke pengadilan arbitrase untuk olahraga [CAS], dan jika perlu ke pengadilan Swiss biasa dan, jika diperlukan, kita akan pergi ke Strasbourg,” kata Mestre di Minsk, di mana Barcelona sedang mempersiapkan diri untuk laga Liga Champions melawan BATE Borisov, Rabu dinihari WIB.

“Kami akan terus membela kepentingan klub dan kami akan melihat apa yang terjadi. Kami sedikit pun tidak bahagia,” tambahnya. “Kami akan mengikuti proses yang ditetapkan oleh UEFA. Kami tidak akan berperang tapi membela kepentingan klub. Kami tidak akan pernah membatasi kebebasan rakyat berekspresi.”

Barcelona, yang memiliki moto “lebih dari sekedar klub bola”, telah lama menjadi sarana penyampaian aspirasi politik untuk fans yang mendukung kemerdekaan wilayah Catalan dari Spanyol.

Pendukung klub itu dikritik oleh para politisi setelah mereka menyoraki lagu kebangsaan Spanyol di ajang final Piala Raja pada akhir Mei.