Gareth Bale Dicap Pengkhianat dan Tak Tahu Diri di Madrid

  • Gareth Bale tampaknya tidak akan pernah nyaman berada di Real Madrid. Kritikan dan kecaman dari media Spanyol terus menghajarnya. Paling anyar dia dicap sebagai pengkhianat dan orang yang tak tahu diri oleh pers setempat.

Seorang pendukung Chelsea bernama Deco di Ghana ditikam hingga tewas gara-gara adu argumen soal penampilan bek David Luiz.
Gareth Bale

Gareth Bale tampaknya tidak akan pernah nyaman berada di Real Madrid. Kritikan dan kecaman dari media Spanyol terus menghajarnya. Paling anyar dia dicap sebagai pengkhianat dan orang yang tak tahu diri oleh pers setempat.

Kecaman pedas terhadap winger asal Wales itu terkait dengan cedera betis yang dialaminya saat melawan Levante, Sabtu (17/10/2015) lalu. Bale diganti Lucas Vazquez pada awal babak kedua lantaran dia menderita cedera.

Ini untuk kedua kalinya di musim ini Bale menepi gara-gara cedera yang sama. Sebelumnya dia absen dalam empat pertandingan bulan lalu. Tapi setelah pulih, dia tampil di laga derby melawan Atletico Madrid, dan kemudian membela Wales dalam pertandingan kualifikasi Euro 2016.

Rupanya penampilan Bale bersama Wales itulah yang mengundang kecaman keras dari dari media Spanyol. Bukan saat menghadapi Bosnia Herzegovina, melainkan di laga terakhir Kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Andorra. Laga melawan Andorra itu sudah tidak menentukan lagi bagi Wales karena mereka sudah dipastikan lolos.

Ketika melawan Andorra itu, Bale tampil full 90 menit serta mencetak satu dari dua gol untuk kemenangan timnya 2-0. Setelah tampil di ajang internasional itu, dia balik ke klub, namun hanya bermain selama 45 menit saat melawan Levante. Saat melawan Levante inilah cederanya kambuh lagi.

Sejumlah media Spanyol pun mengeritik sikap Bale yang lebih mementingkan negaranya ketimbang klub yang telah membayarnya dengan malah. Dia dinilai tidak tahu diri dan berkhianat terhadap klub Real Madrid.

Kolumnis terkenal di Spanyol, Manu Sainz, menyebut Bale sangat tidak menghormati Madrid yang sudah menggajinya dengan nominal yang besar.

Selain itu pada acara TV populer di Spanyol, El Chiringuito, Roberto Morales, menyebut Bale sangat tidak bertanggung jawab, sementara pembawa acaranya, Inaki Cano, menuduh Bale menyembunyikan cedera betisnya dari tim medis Madrid.

Harian AS, yang berbasis di Madrid dan dekat dengan klub itu, melalui editor halaman khusus Los Merengues, Tomas Roncero, menyebut eks pemain Tottenham Hotspur itu tidak menghormati Madrid yang sudah memberinya gaji besar.

“Ketika dia sedang mengalami nasib sial, kami selalu mendukung pemain supaya dia cepet pulih. Tapi Anda malah menghina Real Madrid karena Anda memprioritaskan tim nasional ketimbang klub yang menggaji Anda,” tutur Roncero seperti dikutip Mirror.

“Silakan menjadi seorang patriot dan membela negara Anda, tapi jika negara Anda sudah memastikan lolos, Anda tidak harus mengikuti “pesta” saat melawan Andorra, dan bermain selama 90 menit. Ini benar-benar tidak bisa diterima sebagai seorang pemain Real Madrid,” sambungnya.

“Anda berharga 100 juta euro, kawan. Kini Anda tidak akan tampil di laga melawna PSG dan Anda melewatkan laga seperti itu. Anda dibeli untuk membuat sebuah perbedaan melawan PSG, melawan Bayern, melawan tim-tim besar,” tegas Roncero.