Real Madrid Berhasil Kalahkan Tiki Taka Barcelona

Jangan remehkan Rafa Benitez. Gara-gara dia Real Madrid untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir berhasil mengalahkan Barcelona dalam ciri khas mereka sendiri: tiki-taka atau akurasi umpan. Lihat perbandingannya yang luar biasa di sini ….

Berita Liga Spanyol : Jangan remehkan Rafa Benitez. Gara-gara dia Real Madrid untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir berhasil mengalahkan Barcelona dalam ciri khas mereka sendiri: tiki-taka atau akurasi umpan. Lihat perbandingannya yang luar biasa di sini …. 

Barcelona sudah sejak lama dikenal karena pendekatan ‘tiki-taka’ mereka, mendominasi kepemilikan bola dan akurasi umpan dalam menaklukkan lawan-lawan mereka. Tapi hal itu tidak terjadi musim ini.

Sebuah hattrick Luis Suarez melihat Barcelona membalikkan ketertinggalan mereka guna mengalahkan Eibar pada hari Senin dinihari WIB dan mengimbangi Real Madrid di puncak klasemen La Liga dengan sama-sama mengoleksi 21 poin setelah sembilan pertandingan – namun pasukan Rafa Benitez hanya kemasukan tiga gol sejauh ini dibandingkan dengan saingan mereka: 12 gol.

Mengapa? Karena Real Madrid berhasil mengalahkan Barcelona untuk ciri khas permainan mereka sendiri. Di bawah kendali Benitez, timnya berhasil melewati akurasi umpan-umpan Barcelona di La Liga untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir.

Sejauh musim ini, Real Madrid mencatatkan akurasi umpan-umpan mereka sebesar 87,25%, di atas Barcelona yang hanya 85,43%.

Selama satu dekade terakhir, Real Madrid telah ketinggalan dari musuh bebuyutan mereka itu untuk urusan akurasi umpan.

Terakhir kali mereka bisa mengalahkan Barcelona adalah pada musim 2005-06, kala rekor akurasi mereka di angka 83,77% di bawah Vanderlei Luxemburgo dan kemudian Juan Ramon Lopez Caro menjadi catatan yang lebih baik dibandingkan Barcelona, ​​yang dipimpin oleh Frank Rijkaard, yang hanya 82,54%.

Menariknya, di musim-musim berikutnya Madrid mendaftarkan akurasi passing terendah seperti yang dilaporkan oleh Opta meskipun berhasil memenangkan liga di bawah Fabio Capello.

Di ujung lain, Barcelona boleh membanggakan tingkat akurasi passing tertinggi mereka selama periode 10-tahun, dengan angka 89,62% selama musim 2010-11 ketika mereka memenangkan liga dan Liga Champions sekaligus.

Rafa Benitez boleh jadi sedikit membosankan, dan metode latihannya disambut dengan gerutuan oleh sejumlah pemain, tapi ia mencatatkan rekor passing yang lebih baik musim ini, selain tingkat kebobolan yang lebih sedikit.

 

Sepakbola.cc