Klub klub La Liga Tuntut RFEF Terkait Penghentian Kompetisi

24

Berita Liga Spanyol: Kekisruhan Sepakbola Spanyol terus berlanjut. Kini giliran Liga Sepak Bola Spanyol (LFP) atau identik dengan PT Liga di Indonesia menggunggat Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) atau PSSI-nya Spanyol secara hukum.

Liga Spanyol  - Klub klub La Liga Tuntut RFEF Terkait Penghentian Kompetisi
Berita Liga Spanyol: Klub klub La Liga Tuntut RFEF Terkait Penghentian Kompetisi

Berita Liga Spanyol: Kekisruhan Sepakbola Spanyol terus berlanjut. Kini giliran Liga Sepak Bola Spanyol (LFP) atau identik dengan PT Liga di Indonesia menggunggat Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) atau PSSI-nya Spanyol secara hukum.

Gugatan yang dilakukan LFP tersebut berkaitan dengan keputusan RFEF sehari sebelumnya yang secara sepihak memutuskan untuk menghentikan sementara atau menunda kompetisi La Liga Spanyol terhitung mulai Sabtu tanggal 16 Mei 2015. REFE melakukan penghentian sementara kompetisi sebagai bentuk protes terhadap pemerintah atas diterbitkannya undang-udang baru terkait hak siar. Keputusan RFEF ini didukung oleh asosiasi pemain.

Dengan keputusan tersebut, pertandingan Divisi Primera antara Atletico Madrid dan Barcelona pada 17 Mei, dipastikan ditunda. Selain itu, laga final Copa del Rey antara Athletic Bilbao melawan Barcelona batal digelar pada Minggu (30/5/2015). Hal inilah yang ditentang oleh klub-klub yang tergabung di LFP.

Sebaliknya LFP (gabungan dari 20 klub La liga) mendukung pemerintah atas disahkannya UU baru yang intinya hak siar bakal merata untuk 20 tim Primera Division. Dalam undang-undang lama, hanya dua klub yang diuntungkan yaitu Barcelona dan Real Madrid. Kedua tim tersebut menerima tiga kali pendapatan hak siar dibandingkan klub lain karena mereka menegosiasikan sendiri penjualan hak siar mereka.

Dalam pernyataannya pada Rabu (6/5/2015), LFP mengatakan keputusan RFEF tidak sah. Sebab, LFP-lah yang secara hukum mempunyai hak untuk memutar kompetisi. Oleh karena itu, LFP bakal melakukan tindakan yang tepat berdasarkan administrasi untuk membatalkan keputusan tersebut.

“LFP menyadari pentingnya dekrit kerajaan (soal pengaturan hak siar). Hal tersebut merupakan tonggak bersejarah bagi sepak bola Spanyol,” jelas LFP.

Andaikan klub ISL atau PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi ISL meniru cara LFP menggugat PSSI? Mungkin kompetisi Liga Indonesia bisa secepatnya bergulir lagi. Bagaimana pendapat Anda?