Blatter: Cristiano Ronaldo Hanya Korban

366

Mantan presiden FIFA Sepp Blater yakin Cristiano Ronaldo hanyalah seorang korban dari kultur penuh kecurigaan di dunia sepak bola.

Liga Spanyol  - Blatter: Cristiano Ronaldo Hanya Korban

Berita Bola – Mantan presiden FIFA Sepp Blater┬ámenilai budaya penuh kecurigaan di dunia sepak bola menjadi latar belakang kenapa Cristiano Ronaldo terjerat kasus pajak.

Seperti diberitakan sebelumnya CR7 dituduh secara sengaja dan sadar tidak membayarkan pajaknya kepada Dinas Pajak Spanyol.

Dalam tuduhan yang dilayangkan oleh jaksa penuntut lalu itu, disebutkan bahwa pemain asal Portugal tersebut tidak membayarkan kewajiban pajaknya senilai Rp218 miliar melalui sebuah perusahaan asal Kepulauan Virgin.

Ronaldo pun membantah tuduhan tersebut, yang kemudian didukung oleh kubu Real Madrid yang percaya sang mega bintang tidak bersalah sedikit pun.

Merasa ditikam dari belakang, Ronaldo berharap bisa hengkang dari Santiago Bernabeu pada jendela transfer musim panas kali ini.

Menurut A Bola, Ia telah meminta Jorge Mendes untuk segera mengurusi kepindahannya dari Spanyol karena kecewa telah diperlakukan layaknya seorang kriminal.

Kabarnya Ronaldo akan kembali ke Manchester United, tapi di saat yang bersamaan The Red Devils pun diyakini sudah menaksir salah satu rekan CR7, Alvaro Morata.

Bagi Sepp Blatter, permasalahan yang dihadapi Ronaldo tidak lain merupakan sebuah bentuk ketidakpercayaan, yang biasanya tidak terjadi di cabang olahraga lainnya.

“Tidak akan pernah ada yang curiga kepada (petenis Roger) Federer. Seorang yang mampu mencetak gepokan uang,” ujar Blatter pada RTS. “Federer tidak akan bisa disentuh,” tambahnya.

Sudah banyak atlet sepak bola yang mencoba untuk melanggar aturan, dan Blatter pun menunjuk pencetak “gol tangan Tuhan” Diego Armando Maradona di Piala Dunia 1986 sebagai salah satu contohnya.

“Itu tidak bagus, tapi kecurangan tersebut terjadi. Itu sebabnya olahraga ini (sepak bola) selalu mempunyai batasan tersediri,” tambahnya.

Sepp Blatter sendiri merupakan salah satu korban dari ketidakpercayaan di dunia sepak bola, sehingga Ia tidak bisa aktif di dunia sepak bola selama enam tahun karena tuduhan korupsi.